SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Serikat Pekerja (SP) PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI) yang ada di Tanjung awar-awar Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, masih menunggu upaya pengambilalihan kilang minyak mentah oleh pemerintah.
Pasalnya sejak muncul rekomendasi dari Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin Faisal Basri, yang merekomendasikan pengambilalihan kilang minyak oleh pemerintah ini membuat harga saham yang masih dikuasai swasta melambung.
Hal ini disebut bisa mengancam gagalnya akuisisi yang akan dilakukan pemerintah di kilang yang ada di bumi wali -sebutan lain Tuban-ini. Karena saham yang dikuasai oleh pemerintah saat ini sekitar 52,05 persen, sisanya masih milik swasta.
Pengurus SP PT TPII, Eko Siswanto, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Selasa (13/1/2015), mengatakan, kalau sampai sekarang pekerja masih menginginkan perusahaan itu menjadi milik negara. Terbukti dengan dilakukannya beberapa kali aksi demonstrasi maupun hearing (rapat dengar pendapat) yang dilakukan pekerja tahun 2014 lalu.
“Iya Mas, katanya Pertamina ingin supaya saham PT TPII 100 persen milik Pertamina. Tetapi saham swasta sekarang lagi melambung harganya,†kata Eko Siswanto.
Diketahui, SP PT TPPI beberapa kali menggelar aksi demonstrasi supaya kilang minyak ini sepenuhnya menjadi aset negara. Terlebih usai berakhirnya tooling agreement, atau kontrak kerja sama antara PT Pertamina dengan PT TPPI yang sudah pada Mei tahun 2014 lalu.(edp)