SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Posko penanggulangan bencana alam mulai dibentuk di tiap wilayah kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Langkah itu dilakukan bersama datangnya musim hujan di wilayah setempat.
Sejumlah titik di wilayah Blora berpotensti terjadinya bencana alam. Seperti, banjir bandang, banjir Bengawan Solo, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora, yang baru terbentuk pada 24 Desember 2014 lalu tengah mempersiapkan penanggulangan bencana alam. Sejak 7 Januari 2015, BPBD mulai aktif menjalankan tugasnya.
“Saat ini, kami mulai mempersiapkan posko di tiap kecamatan yang kami anggap berpotensi terjadi bencana alam,†kata Kepala BPBD Blora, Sri Rahayu, saat ditemui di Pendapa Kecamatan Cepu, Rabu (14/1/2015).
Dia menyebutkan, ada enam wilayah kecamatan di Blora menjadi perhatian BPBD. Yakni, Kecamata Cepu, Kedungtuban, Randublatung, dan Kradenan berpotensi terjadi banjir. Sedangkan untuk Kecamatan Kunduran, dan Todanan berpotensi terjadi angin puting beliung.
“Kecamatan Todanan juga bisa menjadi daerah rawan longsor, karena wilayahnya berada di pegunungan,†katanya seraya menambahkan, saat ini BPBD masih berkonsentrasi pada enam wilayah tersebut. (ams)