PLTS Solusi Lamongan Bersih Sampah

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Timbunan sampah di Lamongan kedepan bakal menjadi barang langka. Bahkan diprediksi Lamongan bakal kekurangan sampah. Alasannya, Kota Soto itu saat ini telah memiliki pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS).

PLTS itu memiliki kapasitas mengolah sampah sebanyak 4 ton perjam. Diperkirakan dari 4 ton sampah itu, 2 ton akan menjadi kompos, 1 ton berupa sampah yang masih bisa dijual lagi dan 1 ton lagi akan diolah menjadi listrik. Sehingga setiap harinya, PLTS akan beroperasi selama 8 jam dengan produksi listrik diperkirakan sebesar 25 KVA.

“Sepanjang pengetahuan saya, belum ada tempat lain di Indonesia yang memiliki PLTS. Sehingga Insya Allah PLTS ini adalah satu-satunya di Indonesia,” kata Bupati Lamongan, Fadeli saat melihat uji coba PLTS di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakrigadung.

Dia melanjutkan, pembangunan PLTS tersebut adalah bagian dari inovasi dan wujud nyata Lamongan sebagai Kota Adipura Kencana. “Lamongan sebagai kota Adipura Kencana yang bersih dan hijau bukan hanya wacana. Pembangunan PLTS ini adalah wujud nyata dan inovasi yang kami ikhtiarkan, “ kata dia.

Baca Juga :   Gerak Jalan di Blok Cepu Meriah

Fadeli menyebut, PLTS itu nantinya memiliki berbagai kegunaan, bukan hanya sebagai penghasil tenaga listrik dari sampah. Namun juga sebagai pembuat pupuk dan bahkan uap hasil pembakarannya bisa digunakan untuk industri tahu tempe dan pemotongan ayam.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Lamongan, Sukiman mengatakan,  mesin PLTS itu akan terus disempurnakan. Termasuk dalam waktu dekat untuk memasang inverter, penyimpan daya listrik yang dihasilkan dengan kapasitas 10 ribu KVA dan akan diterus ditingkatkan menjadi 25 KVA.

 “Listrik produksi ini nantinya selain untuk penerangan di TPA, juga akan dimanfaatkan untuk mengoperasikan mesin pembuat bijih plastik, “ kata Sukiman.

Dengan kapasitas produksi itu, dipastikan sampah yang masuk ke TPA sekitar 64 ton setiap harinya akan langsung habis diolah. Bahkan bisa kekurangan bahan baku sampah.

“Kedepan, mesin PLTS ini bahkan bakal kekurangan sampah. Sehingga akan mengambil sampah dari seluruh wilayah di Lamongan, bahkan di luar Lamongan, “ katanya.

Lebih penting lagi, lanjut Sukiman, bukan hanya kemampuan PLTS menghasilkan listrik. Namun fungsi ekologis yang demikian besar dari PLTS tersebut.

Baca Juga :   Pasca Tronton Dievakuasi, Petani Sekitar Berharap Jembatan Segera Dibangun

Sehingga dengan adanya PLTS, umur sanitary landfill di TPA bakal lebih panjang dari yang normalnya 8 tahun. Selain itu bakal menjadi solusi efektif bagi permasalahan sampah di Lamongan.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *