SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Melemahnya harga minyak dunia hingga dibawah USD 50 per barel berpengaruh pada harga ongkos dan angkut di penambangan sumur minyak tua yang dilakukan warga secara tradisional.
Selama ini, sejumlah penambang tradisional yang mempunyai ijin dan mengelola sumur tua di wilayah Asset IV Field Cepu, menyetorkan hasil minyak mentah mereka ke Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP).
Disetornya hasil minyak mentah di sumur tua ini terkenal dengan istilah ongkos angkut. Yaitu PT Pertamina EP mengganti ongkos tenaga untuk mengangkut minyak mentah dari sumur ke Pertamina EP selaku pengelola Asset IV.
“Iya Mas, sekarang ongkos angkut ke penambang sumur tua menurun,†kata Legal and Relations Pertamina EP Asset IV, Sigit Widihardono, kepada suarabanyuurip.com melalui ponselnya, Jumat (16/1/2015).
Informasi yang diterima suarabanyuurip.com, kalau nilai ongkos dan angkut untuk penambang sekarang 2.950 rupiah per liter. Sebelumnya nilai ongkos angkut mencapai 4.160,40 per liter. Perubahan ongkos ini diberlakukan sejak 1 Januari tahun 2015 kemarin.
Sigit mengatakan, kalau menurunnya ongkos angkut dikarenakan tren harga minyak dunia menurun. Harga ini pun bisa berubah menyesuaikan dengan harga minyak dunia.
“Menurunnya harga minyak dunia berpengaruh pada nilai ongkos angkut ini,†tegas Sigit.
Dia berharap, turunnya nominal ongkos angkut ini tidak berpengaruh pada produksi minyak mentah yang didapat Pertamina EP dari sumur minyak tua yang ada di wilayah Asset IV Field Cepu.(edp)