Siasati Kerugian, Pengusaha SPBU Jaga Stok

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah menerima surat pemberitahuan dari Pertamina adanya rencana penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), Sabtu ( 17/1/2015).

Manager SPBU Veteran, Iwan Gunarto, menyampaikan, surat pemberitahuan tersebut diterima pada Jum’at (16/1/2015) kemarin. Di dalam surat tersebut disebutkan harga BBM jenis premium turun menjadi Rp 6.600 per liter dari sebelumnya Rp7.600/liter dan solar Rp 6.400 per liter dari Rp7250/liter.

“Berarti ada penurunan harga premium sebesar Rp 1.000 per liter, dan solar turun Rp 850 per liter,” tegas kepada suarabanyuurip.com.

Pria asal Kediri ini mengatakan, harga premium akan diumumkan secara resmi oleh Pemerintah Pusat mulai Minggu malam (18/1/2014) jam 24.00 wib atau Senin pukul 00.00 WIB. Meskipun begitu, tidak ada gejolak di dalam manajemen.

“Ini kedua kalinya Presiden Jokowi menurunkan harga, dimana sebelumnya dilakukan pada Rabu 31 Desember 2014 lalu, pukul 12 malam,” imbuhnya

Iwan mengaku, dengan penurunan harga BBM ini tentu pihak SPBU mengalami kerugian, namun tidak dalam kapasitas besar. Karena perusahaan melakukan antisipasi sebelum penurunan harga terjadi.

Baca Juga :   Hingga Medio 2025, Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Bojonegoro Capai Rp14 Miliar

“Kita mainnya di stok BBM saja Mbak, jadi sebelum harga baru diberlakukan tidak menambah stok dan menghabiskan stok lama,” ujarnya.

Dia menyatakan, pemerintah pastinya tidak menginginkan semua SPBU mengalami kerugian. Sehingga, sebelum kenaikan harga resmi diumumkan, semua pengusaha SPBU akan diberitahukan dua atau tiga hari sebelumnya.

“Jadi kita bisa mengantisipasinya terlebih dahulu,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *