SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Turunnnya harga Bahan Bahan Minyak (BBM) pada Minggu (18/1/2015) pukul 00.00 WIB, berdampak pada kosongnya stok penjual bensin eceran di Lamongan, Jawa Timur. Kalau pun ditemukan harganya masih menggunakan harga lama yakni Rp8000 per liter atau botol.
Dari pantauan, sejak pagi hingga sore hari di sepanjang Jalan Nasional Babat-Lamongan dan beberapa Kecamatan tidak ada kios bensin eceran yang memiliki stok. Kalau pun ada dalam waktu singkat sudah habis karena diserbu pembeli. Harga yang dijual pun masih harga lama Rp 8.000 Â perbotol. Namun premium dalam botol tidak diisi penuh namun hanya sebatas leher botol.
Salah satu penjual bensin eceran di Kecamatan Maduran, Sumi mengaku, masih menjual bensin dengan harga lama karena menghabiskan stok. Sedang dirinya belum kulakkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah menerapkan harga baru yakni Rp6.600 per liter.
“Ini menghabiskan stok lama mas. Belum bisa kulakkan, “ ujarnya.
Kelangkaan premium ditingkat pedagang eceran karena mereka sengaja menunggu penurunan harga baru.
Namun bagi para pembeli premium eceran merasa kaget dengan harga lama yang diterapkan penjual premium eceran. Namun mereka memilih menerima dari pada protes.
“Ndak ada penjual bensin eceran yang buka mas. Kalau masih ada yang jual dengan harga lama, saya pikir wajar,” ungkap Tikno, ditemui suarabanyuurip sedang membeli premium di penjual bensin eceran di Pucuk.(tok)