SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Harga gas bumi di Lapangan Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB-) yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, naik sekitar 30 persen per tahunnya. Sedangkan kesepakatan dengan pembeli terhitung harga lama sebesar US $ 8Â Â juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).
“Perjanjian dengan pembeli dilakukan pada tahun 2012, tapi setiap tahunnya harga gas naik 30 persen,” kata Direktur Utama PT.Asri Dharma Sejahtera (ADS), Ganesha Aksari kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Ganesa menjelaskan, jumlah produksi gas JTB diperkirakan sebesar 315 MMSCFD natural gas. Namun jika diproese hanya menjadi 180 MMSCFD lean gas. “Karena kandungan Co2 dan sulfur pada Gas JTB sangat tinggi,” tegas Ganesha.
Sesuai rencana pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang saat itu masih dipegang Jero Wacik, lanjut Ganesha, gas JTB akan dialokasikan ke pabrik pupuk PT. Kujang 1C sebanyak 85 MMSCFD dan sisanya 95 MMSCFD melalui Pertamina ke End User.
“Karena pemerintahannya sekarang sudah berganti bisa jadi itu nanti berubah. Tapi saya berharap tahun ini sudah ada pembeli dan tahun depan pembangunan infrstruktur sudah bisa jalan,” tuturnya.(roz)