SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Fogging (pengasapan) yang dilakukan Operator Ladang Migas Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, di sejumlah desa sekitar lokasi proyek Banyuurip di wilayah Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur seakan tak berarti. Saat ini penderita Demem Berdarah Dengue (BDD) meningkat.Â
Dari total 12 desa di wilayah Kecamatan Gayam, satu desa yang terbanyak warganya terserang penyakit akibat gigitan nyammuk Aedes Aegipty itu. Yakni, di Desa Begadon.
Seorang warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Suwaji, mengatakan, meski telah dilakukan pengasapan dari pihak EMCL, dan Dinkes tidak menyebabkan serangan penyakit DBD berkurang. Malah cenderung meningkat.
“Kabarnya warga Begadon yang paling banyak terjangkit DBD. Kalau Ringintunggal tidak seberapa, Mas,” kata Suwaji kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (20/1/2015).
Dia jelaskan, hampir mayoritas yang terjangkit ini adalah warga yang masih duduk di bangku sekolah. “Kalau jumlahnya berapa penderita DB di Begadon saya tidak faham.â€Â
Warga berharap, pengasapan jangan cuma sekali atau dua kali karena nyamuknya tidak mempan. Biar nyamuknya tidak semakin ngamuk minimal dua atau tiga hari sekali dilakukan pengasapan.Â
Terpisah, kepala Dokter Puskesmas Gayam, Joko Sulistyo, mengungkapkan, untuk kasus DBD sudah melakukan penyuluhan langsung ke warga, dan pembagian abate (abatisasi), pemantauan jentik dan juga pengasapan. Tindakan pemberantasan sarang nyamuk yang perlu didukung warga, terutama lewat kerja bakti massal warga.Â
“Jadi kita all out bekerjasama dengan desa dan EMCL,” terang Joko.
Sebanyak 12 desa di wilayah Kecamatan Gayam itu adalah, Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo, Brabowan, Beged, Begadon, Ringintunggal, Katur, Cengungklung, Manukan, Sudu dan Desa Ngraho. (sam)Â