SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Pemkab Lamongan, Jawa Timur telah mengajukan penambahan kuota elpiji tabung ukuran tiga Kilogram ke Pertamina. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan elpiji jenis melon tersebut yang terus meningkat.
“Sejak Januari 2015 Pertamina telah menambah kuota 15 persen.Bila sebelumnya kuotanya sekitar 340 ribu tabung, tahun ini meningkat hingga 400 ribu tabung, “ kata Kasubag Pertambangan dan Energi Bagian Perekonomian Pemkab Lamongan, Mohammad Anwar, Selasa ( 20/1/2015).
Pemakaian elpiji ukuran ini di masyarakat diakuinya semakin meningkat. Dari evaluasi yang dilakukannya setidaknya ada tiga faktor penyebabnya. Yaitu, pertumbuhan penduduk, meningkatkan usaha mikro dimana elpiji menjadi salah satu kebutuhan penunjang vital usaha, dan tingginya kosumsi masyarakat nelayan.
“Di perkampungan nelayan kebutuhan elpiji bisa dua kali lipat. Selain untuk kosumsi rumah tangga juga untuk kebutuhan nelayan selama melaut,“ papar Anwar.
Tentang masih banyaknya ditemukan harga elpiji di wilayah Lamongan yang harganya tembus hingga Rp17ribu, Anwar mengatakan, masih ditingkat kewajaran.
“Yang pasti tidak sampai terjadi kelangkaan elpiji di masyarakat. Soal harga Rp17 ribu perpics masih dalam batas kewajaran, “ ungkapnya.
Jika terjadi kelangkaan elpiji, Anwar meminta Kades melalui Camat mengajukan permohonan ke pihaknya untuk dilakukan operasi pasar elpiji.
“Beberapa bulan ini belum ada pengajuan operasi pasar elpiji dari Camat,  berarti pasokan dan harga elpiji masih cukup stabil,“ tandasnya. (tok)