SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Penurunan harga minyak mentah duni yang berujung pada turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada menurunnya keuntungan koperasi unit desa (KUD) yang mengelola sumur minyak tua di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pasalnya, Pertamina memberlakukan aturan baru mengenai ongkos angkat angkut minyak dari sumu tua sejak 1 januari 2015 lalu.
Manager KUD Wargo Tani Makmur, Yusuf, mengaku, turunnya harga minyak mentah berakibat pula pada penurunan ongkos angkat angkut. Â Ongkos yang sebelumnya ditetapkan Rp 4.160,40 per liter, kini turun Rp 2.950 perliter.
“Itu berlaku efektif sejak 1 Januari kemarin,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Senin (19/1/2015) kemarin.
Dia juga mengakui, jika penurunan itu juga berpengaruh pada berkurangnya keuntungan yang diperoleh KUD. “Tapi untuk investor sebagai penambang, tentunya akan berdampak kerugian jika hal itu tidak segera diatasi,” katanya. Â
Yusuf menambahkan, pihaknya akan meningkatkan produksi untuk mengatasi hal itu hingga mencapai 100 persen. Dari 6 sumur yang diusahakan, lanjut yusuf, saat ini bisa memroduksi hampir 9000 liter perhari.
“Produksi harus naik 100 persen jika tidak mau rugi, karena tidak mungkin mengurangi kariyawan maupun mengurangi upah karyawan,†ujar dia, mengungkapkan.
Sementara itu, Plt Direktur Utama BUMD Blora PT Blora Patra Energi (BPE), Christian Prasetya membenarkan, adanya penurunan ongkos tersebut. Dia menuturkan, ongkos itu kini berubah setiap bulan mengikuti perkembangan harga minyak mentah nasional (Indonesian Crude Price/ICP) dengan perhitungan formulasi tertentu.
“Jadi bisa saja berubah floating setiap bulan,†sambung Christian.
Dia mengakui, penurunan harga tersebut berdampak bagi para penambang. Menurutnya, jika peralatan penambangan masih tradisional, seperti menggunakan timba, masih bisa mendapatkan keuntungan.
Namun, lanjut Christian, jika penambangan menggunakan peralatan yang lebih modern, seperti menggunakan mesin genset, maka biaya produksi yang dikeluarkan menjadi tidak seimbang dengan pendapatan.(ams)Â