Kilang Mini Bojonegoro Dibangun di Ngumpakdalem ?

SuaraBanyuurip.comd suko nugroho

 Bojonegoro – Pembangunan kilang minyak mini oleh PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, terus dimatangkan. Setelah berhasil mendapat pasokan minyak mentah dan menggandeng PT Tiera Energi Perkasa, perusahaan plat merah itu mulai memetakan lokasi pembangunan kilang.

Informasi yang diperoleh suarabanyuurip.com, ada dua lokasi yang sekarang ini sedang dilakukan kajian oleh BBS untuk pembangunan kilang. Yakni di wilayah Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Dander.

“Rencananya antara di wilayah Purwosari atau Dander,” kata salah satu sumber yang meminta identitasnya tak disebutkan.

Namun dari dua lokasi tersebut, pembangunan kilang minyak mini lebih menguntungkan dibangun di wilayah Dander. Alasannya, ada salah satu desa di wilayah setempat yang dilintasi pipa minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yakni Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem.  

“Rencannya kilang itu akan mengambil minyak dari saluran pipa yang sudah ini. Sehingga tidak perlu lagi membangun jaringan pipa ke kilang mini. Untuk teknisnya bagaimana nanti, katanya, masih dibahas,” ujar sumber tadi, mengungkapkan.

Baca Juga :   Akan Kroscek Naker Perusahaan Maintenance

Jika diruntut, pembangunan kilang minyak mini di Desa Ngumpakdalem ini mendekati pasti. Sebab sekarang ini pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro juga sedang menyiapkan pembangunan jalur ring road sepanjang 37 Kilo Meter di wilayah selatan.

Jalur ini akan menghubungkan Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu dengan dari Desa Kapas, Kecamatan Kapas, yang melewati Dusun Kedungrejo.  Pembangunan jalur yang menelan biaya sekira Rp6 milyar ini diperuntukkan bagi kendaraan besar agar tidak masuk jalur wilayah kota.

Selain itu di tempat tersebut sekarang ini tengah dibangun Balai Pendidikan dan Pelatihan yang statusnya akan diubah menjadi Akademi  Komunitas Negeri (AKN).   

Sedangkan di Dusun Kedungrejo sendiri masih banyak lahan yang belum beralih fungsi sehingga sangat memungkinkan untuk pembangunan kilang minyak mini. Untuk membangun kilang minyak mini seperti PT Tri Wahana Universal (TWU) di Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, hanya dibutuhkan lahan sekira dua hektar (Ha).

“Konsepnya daerah yang menyediakan lahan, sedangkan fasilitasnya oleh PT Tiera,” pungkas sumber tadi.

Baca Juga :   Produksi Minyak dan Gas Mudi Menurun

Sebagaimana diketahui, untuk rencana pembangunan kilang mini ini, pemerintah pusat telah memberikan alokasi minyak mentah sebanyak 10 ribu barel kepada BBS. Bahkan pemkab sendiri siap mengucurkan modal kepada BBS senilai Rp100 milyar untuk pembangunan kilang bersama mitranya, PT Tiera Energi Perkasa.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *