Tim Konten Lokal Beber Masalah Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Tim Kandungan Lokal bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh 35 kontraktor lokal, Operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited, Selasa (20/1/2015).

Rakor ini membas beberapa permasalahan di antaranya tukar guling tanah kas desa (TKD), tunggakan invoice (tagihan) oleh kontraktor engineering, procurement and constructions (EPC) Banyuurip, maupun pelaksanaan tender proyek dari EMCL yang dianggap tidak transparan.

Ketua Tim Konten Lokal, Soehadi Moelyono, menegaskan jika selama ini tidak pernah percaya masalah TKD akan terselesaikan. Terbukti, dari waktu yang ditentukan akhir Desember 2014 hingga kini juga tidak ada titik temu.

“Dari dulu saya tidak percaya kalau ada yang bertekad menyelesaikan TKD ini, ” ujarnya dalam forum.

Soehadi mengatakan, masalah selanjutnya adalah banyaknya kontaktor lokal yang gulung tikar karena tunggakan invoice yang belum terbayar. Padahal untuk mendapatkan pekerjaan tersebut mereka meminjam modal dari bank.

“Bukannya untung, tapi justru merugikan,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro itu.

Baca Juga :   SPBU Lamongan Siap Sambut Pertalite

Pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro itu mengungkapkan, pada pertemuan kali ini juga untuk mencari jalan keluar terkait kurangnya transparansi pelaksanaan tender pekerjaan maintanance.

Sementara itu, Vice President PGA ExxonMobil, Erwin Maryoto, menyatakan, apa yang disampaikan dan dikeluhkan para kontraktor lokal akan berusaha diberi jawaban dan mendapatkan solusi terbaik.

“Kami akan memberi jawaban langsung apa yang dikeluhkan, karena disini ada pimpinan EPC 1 dan 5,” sambung Erwin.

Sementara itu, rapat masih berlangsung dan masing-masing kontraktor menyampaikan keluhannya. Hingga sore ini kedua belah pihak masih menentukan point-point yang akan disepakati.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *