Wantannas Blusukan ke Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Sebanyak empat orang dari Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Rabu (21/1/2015). Rombongan yang dipimpin Brigjen Pol Ade Sudarna itu diterima Bupati Fadeli di Guest House Pemkab Lamongan.

Dikatakan oleh Brigjen Pol Ade Sudarna, kunjungannya ke Lamongan untuk pengumpulan data dalam rangka perumusan kebijakan nasional. Terutama dalam bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Dia menyebutkan, ada beberapa kabupaten di Jatim yang dikunjungi. Yakni Gresik, Tuban dan Bojonegoro. “ Setiap wilayah yang kami kunjungi ini memiliki karakteristik tersendiri untuk mendukung ketahanan nasional. Ada yang sebagai daerah suplai energi, suplai pangan dan sebagai daerah pelabuhan,” ujar dia.

Dalam perumusan kebijakan ketahanann nasional itu, lanjut dia, Wantannas juga melibatkan berbagai pihak. Mulai dari perguruan tinggi, para pakar dan praktisi.

“Pada Mei nanti perumusan kebijakan nasional ini akan dipertajam melalui semiloka sehingga lebih bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas  Brigjen Pol Ade Sudarna.

Selain Brigjen Pol Ade Sudarna, Setjen Wantannas juga hadir Kolonel ARM Affandi Abdullah, Indriyanto dan seorang staf ahli, Sumantri. Rombongan Wantannas selanjutnya melakukan kunjungan lapangan di Pelabuhan Lamongan Shore Base, Kecamatan Paciran.

Baca Juga :   Warga Blok Tuban Pasok Palet ke Holcim

Fadeli dalam paparannya menyebutkan, meski ada pergeseran komposisi struktur ekonomi di Lamongan, yakni dengan sektor perdagangan mencapai 36,41 persen dan pertanian sebesar 39,89 persen, produksi pertanian Lamongan terus naik. Tahun 2010, sektor pertanian berkontribusi 47,60 persen terhadap struktur ekonomi, tahun 2011 sebesar 44,89 persen dan tahun 2012 sebesar 41,58 persen.

Sementara produksi padi, lanjut Fadeli, di tahun 2010 yang sebesar 857.638 ton gabah kering giling (GKG) naik menjadi 1.028.254 ton GKG di tahun 2014. Kemudian produksi jagung naik dari 279.655 ton pipilan kering di tahun 2010 menjadi 340.241 ton pipilan kering di tahun 2014. Sedangkan komoditas kedelai yang di tahun 2010 mencatatka produksi sebesar 31.768 ton ose kering, di tahun 2014 naik menjadi 30.903 ton ose kering.

Menurut Fadeli, produksi ikan Lamongan juga terus mengalami peningkatan. Yakni dari 95.937,90 ton di tahun 2010, menjadi 116.970,563 ton di akhir tahun 2014. Sedangkan income perkapita yang sebesar Rp 10.771.552 di tahun 2011, naik menjadi Rp 13.927.154 di tahun 2013.

Baca Juga :   Pemkab Blora Tak Miliki Rencana Pembangunan di Kawasan Wonorejo

“Kami mempunyai program unggulan Gemerlap, atau gerakan membangun ekonomi rakyat Lamongan berbasis pedesaan. Program ini tidak sekedar memberikan bantuan, namun stimulus yang diberikan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki desa sehingga tepat sasaran,” kata Fadeli.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *