Siklus 5 Tahunan DBD di Tuban

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Jawa Timur, meminta kepada warga untuk mewaspadai siklus lima tahunan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kepala Dinkes Tuban, Syaiful Hadi, mengatakan, biasanya dalam siklus lima tahunan, DBD akan menyerang masyarakat dua sampai tiga kali lipat dari tahun biasanya.

“Ini adalah siklus lima tahunan DBD, tahun dimana DBD menyerang dua sampai tiga kali lipat dari tahun-tahun biasa,” terang Syaiful Hadi, menyoal pertanyaan sejumlah desa di Kecamatan Singgahan yang diduga terkena DBD secara massal, Kamis (22/1/2015).

Syaiful menyebutkan, DBD pernah mewabah pada tahun 2004 lalu. Saat itu ada sekitar 500 warga yang terserang DB, dari jumlah itu 16 diantaranya nyawa warga melayang karena virus ini.

“Pada tahun 2004 lalu ada 16 nyawa melayang dari penderita total 500 orang lebih,” terang Syaiful.

Untuk itu, saat ini Dinkes Tuban menetapkan darurat DBD. Supaya masyarakat lebih mewaspadai serangan virus mematikan ini. Karena penanganan pemerintah hanya mampu menangkal virus ini sekitar 50 persen saja.

Baca Juga :   61 Warga Lamongan Terserang DBD

“Pengasapan dan fogging hanya mampu memberantas jentik nyamuk sekitar 50 persen saja. Untuk itu kami meminta kepada masyarakat untuk benar-benar menerapkann hidup bersih,” katanya.

Terkait siklus lima tahunan ini, Dinkes menyampaikan kalau tahun ini adalah darurat DB. “Untuk itu kita tetapkan darut DB,” tegasnya. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *