SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Serangan demam berdarah sepertinya mulai memawabah di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dinas  Kesehatan setempat mencatat, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBB) pada awal bulan tahun 2015 ini mencapai 61 orang dengan  rincian, sebanyak 49 orang diantaranya dengan status DBD dan 12 orang dengan status demam dengue (DD).
Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2014 lalu. Dimana di bulan yang sama tahun 2014 lalu, total penderita demam berdarah sebanyak 29 orang. Rinciannya, 23 orang diantaranya berstatus DBD dan 6 orang DD.
Sedangakan selama tahun 2014, jumlah penderita sebanyak 207 orang. Dari jumlah tersebut, 1 orang penderita meninggal dunia, 152 orang sampai tahap DBD, 54 orang berstatus DD dan 1 orang hingga terkena Sindrom Syok Dengue atau DBD yang disertai syok.
Mewabahnya demam berdarah tahun ini, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan. Karena itu lembaga pelat merah ini telah mengeluarkan instruksi agar setiap rumah sakit dan klinik kesehatan swasta yang merawat pasien DBD agar melaporkan ke Dinas Kesehatan kurang dari 24 jam.
Kepala Dinkes Lamongan Fida Nuraida dikonfirmasi melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PLP), Bambang Susilo, mengatakan, dengan adanya laporan itu bisa segera dilakukan tindakan di lingkungan penderita. Seperti melakukan fogging dan pembagian bubuk abate sehingga warga lain tidak sampai terkena DBD.
Untuk itu, lanjut Bambang, Dinas Kesehatan tahun ini sudah menyiapkan anggaran untuk melakukan 100 titik fokus kegiatan fogging. Setiap titik fokusnya bisa mencakup sekitar 200 rumah. Juga menyiapkan sebanyak 300 kilogram bubuk abate.
Bambang juga mewanti-wanti yang paling penting dalam penanganan DBD adalah upaya pencegahan dan kewaspadaan. Mencegah dengan cara memeperhatikan kebersihan lingkungan dan mengubur, menguras dan menutup tempat penampungan air. Kemudian waspada dengan kondisi anggota keluarga yakni jika ada anggota keluarga yang mengalami demam, akan sangat bijak untuk segera diperiksakan ke petugas kesehatan sehingga didapatkan hasil diagnosis yang tepat soal penyakitnya.
“Karena semakin cepat penderita DBD ditangani, maka kemungkinan sembuhnya semakin besar,†pesan Bambang.(tok)