SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sumber Daya Alam (SDA) berupa migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengundang perhatian Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). Mereka datang ke Bojonegoro untuk melakukan pendataan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membuat kebijakan nasional di bidang ketahanan energi dan pangan. Â
Kunjungan Wantannas diterima oleh Tim Optimalisasi Kandungan Lokal bentukan pemerintah kabupaten (Pemkab) di Aula Rumah Dinas Bupati Bojonegoro, Kamis (22/1/2015). Dalam pertemuan itu, tim Kandungan Lokal menyampaikan perkembangan industri migas dan berbagai konflik sosial di dalamnya.Â
Kepala Tim Setjen Wantannas, Kolonel Arm Alva A.G Narande, S.AP menyampaikan, kunjungannya di Bojonegoro ini untuk mengetahui perkembangan ketahanan energi yakni minyak dan gas.
“Tentunya kita datang untuk mendata bukan hanya produksi migasnya saja, tetapi juga efek ikutan dari kegiatan industrinya,” katanya kepada suarabanyuurip.com.
Dia melanjutkan, dengan  informasi yang diperoleh bisa memberikan masukan komperehensif kepada pemerintah daerah bagaimana kalau ada masalah sosial dan lain-lain.
Alva mengaku, baru mendapatkan data terkait masalah-masalah yang terjadi di masyarakat sekitar wilayah pengeboran migas dan akan mempelajarinya terlebih dahulu.
“Kami baru menerima dari pemkab, jadi perlu memelajarinya terlebih dahulu,†tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Soehadi Moelyono, menyampaikan, dalam kunjungan Wantannas kali ini membeberkan beberapa permasalahan ekonomi dan sosial di masyarakat terlebih sekitar lokasi ring 1 migas.
“Kami sudah berdiskusi tentang pemetaan masalah dan kegiatan industri migas di Bojonegoro,†pungkasnya.(rien)