Minta Antisipasi Gejolak Sosial Migas Dioptimlakan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengantisipasi adanya gejolak sosial di sekitar ring 1 Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

“Kami berharap ada pemetaan dampak sosial di wilayah ring 1 Blok Cepu,” kata Kepala Tim Setjen Wantannas, Kolonel Arm Alva A.G Narande, S.AP kepada suarabanyuurip.com saat berkunjung di Bojonegoro, Kamis (22/1/2015) kemarin.

Dia mengatakan, adanya Tim Optimalisasi Kandungan Lokal di Bojonegoro harus dimaksimalkan dengan berkoordinasi antara EMCL, Babinsa, Kamtibmas, dan unsur masyarakat untuk mencari solusi sebagai langkah dini dampak adanya gejolak sosial di wilayah pengeboran.

“Setiap letupan kecil harus segera diatasi, meski saya yakin sudah ada upaya untuk itu dari pemkab. Tapi harus lebih dimaksimalkan lagi,” tegasnya.

Hal ini dikarenakan, antisipasi gejolak sosial yang ada di lapisan masyarakat akan lebih ekonomis daripada sudah terjadi. Salah satunya adalah adanya pengurangan tenaga kerja yang jumlahnya mencapai kurang lebih 6000 orang di EPC 1 sebentar lagi.

Baca Juga :   Pengembangan Sukowati Pad C Terganjal RDTRK

“Harus benar-benar punya langkah stategis untuk mengantisipasi itu,” pesan Alva.

Menanggapi masukan tersebut, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moelyono, mengatakan, Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan pelatihan untuk 12 ribu orang sesuai dengan kompetensi warga lokal. Tujuannya agar mereka tidak hanya mengandalkan lowongan pekerjaan, tapi juga membuka peluang usaha sendiri.

“Untuk permasalahan yang ada di Blok Cepu, kami sudah melakukan berbagai pertemuan dan memfasilitasi problema antara masyarakat dengan operator,” pungkas Soehadi.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *