Pembalak Gunakan Cairan Kimia

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Modus yang dilakukan pembalak hutan yang terpergok di petak 10 dan petak 11 RPH Mulyoagung, KPH Parengan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, benar-benar mengancam kelestarian alam.

Para pembalak ini mempergunakan cairan kimia untuk mematikan pohon hutan ataupun jati. Setelah itu pohon baru ditebang. Disinyalir aksi mereka sudah dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama.

“Sepertinya sudah cukup lama dilakukan, terbukti dengan banyaknya pohon yang mati karena disiram menggunakan cairan kimia,”jelas Administratur (Adm) KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono, melalui ponselnya, Jumat (23/1/2015).

Beruntung ketika pembalak yang diperkirakan berjumlah 50 orang, Jum’at (23/1/2014) siang tadi, terpergok petugas ketika menebang pohon. Akhirnya mereka pun lari karena petugas patroli dari Perhutani juga melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Singgahan, Polres Tuban, Jawa Timur.

“Beruntung mereka dipergoki, dalam aksinya para pembalak ini juga menggunakan cadar,”tegas Daniel.

Daniel menjelaskan, ada sekitar 10 pohon jenis jati dan mahoni yang sudah ditebang pembalak dan ditinggal di lokasi karena aksinya ketahuan. Pohon-pohon ini berusia cukup tua, karena ditanam pada tahun 1978 lalu.

Baca Juga :   PDAM Blora Kesulitan Olah Air Bengawan Solo

“Sementara untuk kerugian total kami masih menghitungnya,” jelas Daniel.

Selain itu, Perhutani juga melakukan beberapa penebangan pohon lain. Karena di sekitar lokasi ditemukan beberapa pohon yang mati karena disiram cairan kimia sebelumnya.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *