SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko-UntungÂ
Bojonegoro – Minat warga sekitar Ladang Migas, Blok Cepu maupun Proyek Unitisasi Ladang Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) untuk mengikuti pelatihan sertifikasi cukup tinggi. Hal itu terlihat pada hari terakhir penutupan pendaftaran jumlah peserta masih membludak, Sabtu (24/1/2015). Â
Pelatihan sertifikasi ini dilaksanakan operator Unitisasi Gas Lapangan JTB , Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro, Jawa Timur, dan  Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Dari pantauan,  pembukaan pendaftaran yang dipusatkan di Pendapa Purwosari itu dijubeli para pemuda dari desa-desa di lima kecamatan. Mereka berbondong-bondong dari Kecamatan Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari, dan Tambakrejo.  Jumlah pendaftar di hari terakhir ini, lebihbanyak dibandingkan dua hari sebelumnya.
Salah satu pendaftar, Sumali,  merespon positif adanya pendaftaran pelatihan sertifikasi yang dibuka Disnakertransos Bojonegoro untuk menyosong peluang kerja di proyek  J-TB maupun Banyuurip, Blok Cepu. Karena pelatihan yang diberikan mengarah pada keterampilan yakni Pipe Fitter, Operator TMC atau crane mobil, Rigger dan Scaffolding. Â
“Ini sangat membantu saya, dan pemuda lainnya untuk memperoleh sertipikat sebagai bekal untuk melamar pekerjaan nantinya,” kata Sumali warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam kepada suarabanyuurip.comseusai mendaftar.Â
Warga ring satu Banyuurip, Blok Cepu itu, menyatakan, bakal mengikuti proses lanjutan pelaksanaan seleksi di SMKN Purwosari pada Minggu (25/1/2015), agar bisa lolos menjadi peserta pelatihan di Pusdiklat Migas Cepu.Â
“Masalah lolos atau tidak yang penting saya ikut. Semoga saja besok bias lolos,†tegas Sumali. Â
Senada disampaikan Bakoh, warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam. Ia mengaku, senang  sekali dengan adanya program pelatihan sertifikasi ini. Karena dengan pelatihan ini akan semakin memberikan peluang bagi pemuda lokal untuk terlibat di proyek migas. Â
“Saya harapkan dalam mengikuti pelatihan ini bukan hanya untuk di didik dan dilatih saja. Tapi setelah lulus  bisa disalurkan oleh Disnakertransos padaperusahaan-perusahaan yang ada di sini sesuai bidang masing-masing,” sambung Bakoh.Â
Kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono, membenarkan jika antusias pemuda cukup tinggi untuk mengikuti pelatihan sertifikasi ini. Â
“Sebenarnya hari Jumat kemarin pendaftaran sudah tutup. Tapi, berubung masih ada peserta yang belum menyetorkan persyaratannya hari ini kami buka lagi, Mas,”  pungkas kepala Disnakertransos Bojonegoro, Adie Witjaksono. (Sam/Un)