SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebut, molornya proses Tukar Guling Tanah Kas Desa (TKD) di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berpotensi memunculkan konflik di tingkat aparatur pemerintahan desa.
Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Prianto, mengaku, mendapatkan laporan dari perangkat desa jika pembagian uang sewa TKD dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) tidak proporsional dan menjadikan kecemburuan sosial antar perangkat desa.
“Kami menghimbau kepada SKK Migas agar segera melaksanakan TKD ini, karena kalau tidak bisa menimbulkan permasalahan baru,†tegas Sukur kepada suarabanyuurip.com, Rabu (28/1/2015).
Dia menyatakan, belum menerima laporan secara resmi bagaiamana perkembangan TKD secara kelembagaan. Namun, dari keluhan masyarakat di ring 1 Lapangan Banyuurip Blok Cepu tersebut, pemuda setempat tidak bias memanfaatkan lapangan sepakbola secara maksimal karena belum ada lahan pengganti.
“Ya kami himbau agar pihak-pihak terkait segera menyelesaikan hal itu,†tandasnya.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Kabupaten Bojonegoro, Joko Lukito, mengaku tidak tahu-menahu adanya pembagian uang sewa TKD Gayam dari EMCL. Namun, meskipun memang benar itu dilakukan sudah menjadi hak desa dan tidak ada yang melarang.
“Karena uang itu milik desa, jadi mau dimanfaatkan untuk apa ya silahkan tidak ada yang melarang,†sambung Joko dikonfirmasi terpisah.
Sesuai laporan dari Kepala Desa Gayam, Winto, lanjut Joko, hingga saat ini uang sewa tanah kas desa masih tersimpan di dalam rekening bendahara desa dan sejak 2014 hingga sekarang belum berani mencairkan.
“Sebelum proses TKD selesai, pihak desa tidak berani memanfaatkan. Jadi uang direkening desa masih utuh,†ujar Joko, mengungkapkan.
Namun demikian, pihaknya akan tetap melakukan pengecekan ke kecamatan apakah benar apa yang disampaikan ketua DPRD Sukur Prianto terkait pembagian uang sewa yang tidak proporsional ke perangkat desa.
“Kami upayakan tidak ada salah faham dan terjadi konflik nantinya,†pungkas Joko.(rien)