SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tindak kriminalatias mulai mengintai proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hal itu terbukti dengan kabar pencurian logistik di lokasi proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering, procurement and construction/EPC) – 5 Banyuurip beberapa waktu lalu.
Sesuai informasi, sejumlah peralatan yang hilang itu di antaranya gensed, kabel dan lain-lain. Letak peralatan itu berada di zona 4 lokasi proyek EPC-5 Banyuurip.
Kondisi tersebut mengundang keresahan warga sekitar. Warga berharap kondisi tersebut segera diantisipasi dengan meningkatkan pengamanan.
Warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Sukiran, mengatakan, perlu segera ada tindakan dari pihak operator Blok Cepu ExxonMobil Cepu Limited (EMC) maupun kontraktornya. Baik kontraktor EPC- 1 da 5 Banyuurip untuk memperketat penjagaan disekitar lokasi dengan melibatkan pihak TNI Polri.
“Saya medukung jika kondisi sekitar proyek diperketat penjagaannya. Karena beberapa waktu informasinya ada peralatan seperti gensed, kabel dan lain-lain di area EPC-5, tepatnya di zona 4 dicuri orang. Tapi, benar apa tidaknya saya belum tau persis, Mas,” kata Sukiran warga kepada suarabanyuurip.com, kamis (29/1/2015).
Warga desa ring satu proyek EPC-5 itu, menjelaskan, dukungan itu dilakukan agar keriminalitas tidak semakin merajalela, dan tidak kembali menyatroni lagi sekitar proyek Blok Cepu.
“Kalau tertangkap diproses saja sesuai hukum, tidak perlu dilepas meskipun dimusyawarahkan secara kekeluargaan. Karena, dengan cara itu akan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan,” ujar Sukiran.
Warga mengaku khawatir, jika pencurian itu nantinya tidak hanya dilakukan di proyek. Melainkan di rumah-rumah warga.
“Kalau ketangkap ya diproses hukum saja biar kapok, dan sangat menyayangkan seadainya pelaku kejahatan ketangkap tidak diproses hukum,” sambung Jodi warga lain. (sam)