Swalayan Bravo Cepu Ludes Terbakar

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Kebakaran hebat melanda Bravo Swalayan di Jalan Cepu-Randublatung, Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Bliora, Jawa Tengah.  Salah satu swalayan terbesar di Blora ini ludes dilalap api, Kamis (29/1/2015) dini hari pukul 02.30 WIB.

Api tampak membumbung tinggi hingga menggegerkan warga sekitar. Banyaknya barang mudah terbakar, dengan cepat api yang  bersumber dari lantai dua ruang tengah merembet hingga ke gudang. Barang di dalam bangunan itu pun ludes terbakar.

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Indra (36) salah satu pemilik stan asesoris, menjelaskan, bahwa peristiwa terjadi dini hari pukul 02.30 api telah berkobar dan membesar. Saat itu api tiba-tiba membesar dan melalap seisi ruangan.

“Dari sekuriti yang melihat tadi, jam dua pagi api belum terlihat. Tapi tiba-tiba sekitar jam setengah tiga, api sudah membesar begitu saja. Dan diperkirakan berasal dari lantai dua bagia tengah,” katanya, yang saat itu dia baru selesai menyelamatkan sebagian barang dagangannya sejak waktu Subuh.

Baca Juga :   Puncak Arus Mudik di Pantura Terjadi H-1

Menurutnya, barang-barang yang bisa diselamatkan hanya milik para penyewa stan yang berada di teras. “Kalau kerugian sampai miliaran rupiah, karena semua barang habis terbakar,” jelasnya.

Dwi Fajar Rahmawan, penyewa stan yang lain, menuturkan hal yang sama. “Hanya barang-barang milik penyewa stan yang bisa diselamatkan,” katanya. Dia memperkirakan penyebab kebakaran bersumber dari hubungan pendek arus listrik

Manajer Bravo Swalayan, Erwin, belum bisa menjelaskan kerugian yang dialami. “Maaf kami belum bisa menjelaskan, karena belum bisa dihitung. Yang jelas sampai milyaran,” katanya saat berada dilokasi kebakaran.

Sementara itu, Kapolsek Cepu, AKP Andi Kadesma, melalui Kanit Reskrim, IPDA Wismo, belum bisa memberikan keterangan rinci baik taksiran kerugian maupun penyebab terjadinya kebakaran. Pasalnya, kejadian tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. “Kebakaran ini masih dalam penyelidikan,” katanya. 

Butuh waktu delapan jam bagi tim pemadam kebakaran untuk menjinakkkan api. Dengan mengerahkan tujuh unit mobil damkar dan 80 lebih mobil tangki air, pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api di ruang utama berlantai dua.

Baca Juga :   5 Daerah Terkaya di Jatim, Kabupaten Bojonegoro Urutan Kedua

Meski demikian,  tim pemadam kebakaran merasa kesulitan menjinakkan api di gudang penyimpanan. Hal itu disebabkan karena sulitnya medan untuk melakukan pemadaman api lantaran minim ventilasi dan minim pintu darurat.

Untuk diketahui, tim pemadam kebakaran berasal dari Damkar Pusdiklat Migas Cepu, Damkar Pertamina EP Cepu, BPBD Blora, BPBD Kabupaten Bojonergoro Jatim, Satgana PMI Cepu, dan Tagana Cepu.

Komandan Satgana PMI Cepu, Anton Moedjiono, mengku kesulitan dalam melakukan pemadaman api. “Kami terpaksa menggempur tembok untuk menambah ventilasi udara,” katanya.

Para petugas, menurut Anton, tidak berani masuk lebih jauh kedalam gudang. Hal itu karena banyaknya bahan mudah terbakar dan masih terjadi ledakan kecil. Hingga pukul 14.00, tim pemadam telah meninggalkan lokasi kebakaran, meskipun api masih tampak berkobar di dalam gudang. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *