Pelatihan Sertifikasi Migas Resmi Dibuka

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pelatihan sertifikasi migas bagi 175 pemuda lokal Bojonegoro, Jawa Timur, resmi dibuka Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Gelanggang Olah Raga (GOR) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Jum’at (30/1/2015).

Pelatihan sertifikasi migas ini merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial perusahaan yang dilaksanakan Operator Unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Bojonegoro dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Hadir dalam launching Asisten II Bidang Perekonomian Sekretriat Kabupaten Bojonegoro, Setyo Yuliono, Kepala Disnakertransos, Adie Witjaksono, Direktur Bisnis Support, Musa Umbas, General Manager (GM) J-TB PEPC, Bob Wikan Adibrata, Pejabat sementara (Pjs). Corsec, Toto Triantoro, Kepala Badan Diklat ESDM, Djadjang Sukarna.

Selain itu juga Muspika Ngasem, Gayam, Tambakrejo, Kalitidu, dan Purwosari, serta Kepala Desa (Kades) Dolokgede, Nunuk Sri Rahayu dan 175 peserta pelatihan. 

Asisten II Bidang Perekonomian Setyo Yuliono, mengatakan, sesuai dengan data yang disampaikan Disnakertransos, dari total 483 peserta yang mendaftar sebanyak 175 peserta yang lolos dalam tes yang dilaksanakan di SMKN Purwosari beberapa waktu. 

“Jadi 175 peserta ini yang diberangkatkan ke Pusdiklat Cepu untuk diberikan pelatihan migas bersertifikasi,” kata Setyo Yuliono dalam sambutannya.

Direktur Bisnis Support, Musa Umbas, menjelaskan, ada empat bidang pelatihan yang nantinya diberikan kepada 175 peserta. Yakni Pipe Fitter, Operator TMC atau crane mobil, Rigger dan Scaffolding.

Baca Juga :   Sambut Wapres, Akses Road Disterilkan

“Tentunya mereka akan mengikuti pelatihan sesuai dengan pilihannya pada pendaftaran kemarin,” tegas Musa.

Kepala Badan Diklat ESDM, Djadjang Sukarna, mengatakan, dalam kontek program Corporate Social Responsibility (CSR) sebelumnya, PEPC juga sudah melakukan berbagai kegiatan sejak beberapa tahun lalu. Salah satunya adalah memberikan bantuan sosial kepada warga sekitar seperti bantuan anak yatim, tempat ibadah, pembangunan tandon air bersih sekaligus sumurnya dan lain sebagainya.

“Saat ini PEPC memeberikan kegiatan pelatihan kepada 175 peserta yang lolos tes warga desa sekitar wilayah J-TB di wilayah lima kecamatan. Yakni dari kecamatan Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari dan Tambakrejo,” kata Djadjang Sukarna, mengungkapkan.

Djadjang menegaskan, CSR itu hukumnya wajib dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu untuk menunjang peningkatan pengalaman di sektor migas, kementerian ESDM dan PEPC melakukan pelatihan sertifikasi kepada pemuda agar kedepan mendapatkan pengalaman yang memadahi tentang migas.  

Ia berpesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Sehingga hasil yang diperolehnya tidak mengecewakan kedepannya. Terutama pada dirinya sendiri. Yang perlu dipahami di diklat Cepu, sekira 5-10 hari untuk meningkatkan kedisiplinan. Jangan sekali-kali meninggalkan asrama selama mengikuti pelatihan.

“Tidak hanya sebatas peserta ikut-ikutan saja. Tetapi menjadi peserta pelatihan yang serius. Agar kedepan mendapatkan bekal yang didapat dengan baik. Sehingga, dengan berbekal sertifikat pelatihan nantinya dapat bermanfaat. Tentunya untuk melamar kerja di perusahaan manapun sesuai dengan sertifikasi yang didapatkan masing-masing,” pesan Djadjangnya menegaskan.

Dalam acara tersebut Kepala Badan Diklat ESDM secara simbolis menyematkan kartu tanda anggota peserta kepada empat peserta pelatihan sebagai tanda pembukaan pelatihan. Juga menyerahkan cendra mata kepada Kadisnakertransos, Adie Witjaksono. (sam) 

Baca Juga :   Dukung Pabrik Metanol, Petani Hutan Minta Tetap Dilibatkan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *