SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Ratusan karyawan Bravo Swalayan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terancam kehilangan pekerjaannya lantaran tempat mereka bekerja ludes terbakar, Kamis (29/1/2015) dini hari kemarin.
Namun hal itu tidak membuat khawatir para karyawan yang mengikuti vendor penyewa lokasi. Pasalnya ada kemungkinan karyawan tersebut dimutasi ketempat lain.
Yossi, salah satu karyawan salah satu Vendor Kecantikan, mengaku, kaget dengan kabar terbakarnya Bravo Swalayan Cepu yang yang menjadi tempatnya bekerja. “Ya, saya kaget mendengar kabar itu. Saya kan baru baru 6 bulan kerja di sini,†katanya.
Karena itu, dia mengaku khawatir akan kehilangan pekerjaan bersama ratusan karyawan Bravo lainnya.Â
Beda lagi dengan Rosita, yang sudah bekerja beberapa tahun menjadi karyawan Vendor Kecantikan bersama dengan Yossi. Ia mengaku tidak merasa khawatir kehilangan pekerjaan.
“Saya sendiri karyawan BA (Beauty Advisor). Kemungkinan kami akan dipindah dilokasi lain,†timpal Rosita, mengungkapkan.Â
Biasanya, menurut Rosita, akan ada kebijakan dari perusahaan mengenai nasib karyawan. “Untuk sementara kami libur dulu, sampai ada informasi dari perusahaan,†katanya. Dia mengungkapkan, banyak karyawan outsourcingdi Bravo Swalayan.
Serupa dikatakan Karyawan Pustaka 2000 yang menempati lantai dua Bravo Swalayan Cepu. Gadis yang mengaku sebagai Kasir yang enggan menyebutkan namanya itu, mengatakan, bahwa dari perusahaan sementara meliburkan karyawan sampai waktu yang belum ditentukan.
“Dari perusahaan meminta kami untuk libur dulu. Kalau untuk maslah dimutasi atau tidak, saya belum tahu,” timpalnya.
Sementara itu, Manajer Bravo Swalayan, Erwin, tidak menjelaskan secara pasti jumlah karyawan di perusahaan yang dia pimpin. “Ada ratusan karyawan yang bekerja,” katanya.
Disinggung mengenai nasib karyawannya, Erwin belum bisa memberi penjelasan.(ams)