SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro - Layanan peduli kesehatan kepada warga desa sekitar ladang migas  Blok Cepu kembali dilakukan PT Tripatra – Samsung, pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip. Kali ini dilakukan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (31/01/2015).
“Seperti biasa, layanan peduli kesehatan ini sasaran utama kita adalah manusia lanjut usia atau manula dan balita,” tegas Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan melalui Socioeconomi SPV EPC-1 Banyu Urip Project, Edi Purwanto kepada Suarabanyuurip.com di sela-sela pengobatan gratis yang dipusatkan di Balai Desa Mojodelik.
Dia menjelaskan, pelayanan peduli kesehatan bagi warga ini sejak beberapa tahun lalu dilakukan, saat ini kali pertama dilakukan oleh Tripatra di tahun 2015. Lain itu, juga merupakan salah satu bentuk program corporate social responsibility (CSR) Tripatra di bidang kesehatan bagi warga sekitar proyek Banyuurip.
“Program ini sebagai bentuk komitment kami, dan rencananya akan terus berjalan. Karena itu, meskipun disibukan dengan pengerjaan kontruksi, dan juga hampir selesai, Alhamdulillah Tripatra masih tetap peduli dengan warga sekitar Banyuurip untuk memberikan layanan kesehatan, Mas,” ungkapnya.
Edi Purwanto menambahkan, sama seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya layanan kesehatan di Mojodelik ini menggandeng perangkat desa, dan tenaga kesehatan seperti dokter Puskesmas, bidan ataupun perawat Gayam. Sedangkan, sesuai dengan hasil pemeriksaan, rata-rata yang dikeluhkan warga adalah sakit pegel linu, adem panas, flu batuk, dan sesak nafas.
“Kami buka pelayanannya mulai jam 10, karena sambil menunggu warga yang berobat pulang dari garap sawah, dan pasien yang berobat 60 orang lebih warga Mojodelik,” jelasnya.
Parti, warga setempat mengaku senang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari Tripatra. “Ya seneng lah, Pak. Karena, tidak usah bayar sudah mendapatkan pelayanan kesehatan,” sambung Parti yang mengeluhkan sakit batuk pilek.
“Saya berharap jika sewaktu-waktu Tripatra sudah selesai aktifitasnya disini program peduli kesehatan untuk anak-anak atau balita dan warga manula ini terus dilanjutkan perusahaan yang masih beraktifitas di proyek Banyuurip,” imbuh Juli pasien lain yang mengeluhkan sesak nafas. (sam)