SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Budi daya jamur tiram yang dikembangkan oleh Koperasi Lima Dua KT di Dusun Kaliglonggong-Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mulai berbuah hasil.
“Alhamdulillah sudah berjalan,” kata salah satu pengurus Koperasi Lima 2 KT, Syaifuddin kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/2/2015).
Dia mengungkapkan, meski belum dapat berproduksi dalam skala banyak, namun minat masyarakat terhadap jamur tiram cukup tinggi. Bahkan, masyarakat sudah mulai membeli hasil budi daya tersebut.
“Berapa jumlah produksinya kurang tahu persis, namun sudah ada yang beli,” ucapnya.
Syaifuddin mengatakan, untuk per kilonya di jual dengan harga Rp20 ribu. Pihaknya akan terus mengembangkan budi daya tersebut.
Kendala utamanya, menurut dia, adalah ketersediaan ampas gergaji dari kayu sengon. Sebab bahan tersebut dinilai bahan yang bagus untuk menghasilkan jamur tiram. “Tapi kendala itu tidak begitu masalah,” ujarnya.
Budi daya jamur tiram tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan koperasi Lima 2 KT dan bekerjasama dengan ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL). (roz)