SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Tampaknya target Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (Migas) dari lapangan Banyuurip, Blok Cepu saat puncak produksi akan terjun bebas. Dari asumsi sebesar Rp1,038 triliun dengan hitungan harga minyak dunia sebesar USD90 per barel, diperkirakan hanya mendapat Rp618 miliar dengan hitungan harga minyak USD45 per barel.
“Jika harga minyak dunia masih dalam kisaran USD 45 per barel, bukan tidak mungkin potensi pendapatan akan hilang sebesar Rp342 miliar,” kata Kepala Dinas Pendapatan Herry Sudjarwo kepada Suarabanyuurip.com.
Dia menyampaikan, dengan potensi penurunan pendapatan tersebut maka berdampak pada pengurangan belanja publik. Ada kemungkinan akan ada perubahan anggaran pada P-APBD 2015 nantinya.
Dia menyatakan, total penerimaan DBH yang diterima Bojonegoro sebesar Rp728 miliar. Rinciannya sebanyak Rp618 miliar ditambah tanggungan DBH Migas yang belum dibayarkan pemerintah pusat sebesar Rp111 miliar. (rien)