SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merasakan terdapat perubahan suhu sejak terpasangnya tiang flare di well Pad B, Lapangan Banyuurip, Blok Cepu beberapa bulan lalu.
“Sekarang sepertinya lebih gerah dan panas,” kata warga setempat, Jamin, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/2/2015).
Dia mengungkapkan, warga setempat menilai perubahan suhu disebut disinyalir efek dari flaring di well Pad B. Menurutnya, jarak antara lokasi flaring dengan permukiman warga sekitar 1,5 kilometer.
“Sekitar itu jaraknya,” ucapnya.
Jamin mengaku belum pernah mendengar semacam sosialisasi atau penjelasan terkait pemasangan flare dan kemungkinan dampak yang ditimbulkan.
“Setahu saya belum pernah ada sosialisasi,” imbuhnya.
Menanggapi flare di well pad B sebelumnya ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) menyatakan, flare tersebut digunakan untuk pembakaran seiring meningkatnya produksi minyak di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Pendirian flare juga telah mendapat izin dari instansi terkait dan menyosialisasikan kepada pemerintah desa.(roz)