PHE Lepas Pantai Bunyu Survei Seismik Laut 3D Pertama di Perairan Kalimantan Utara

Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai BunyuLepas Pantai Bunyu di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara untuk meningkatkan produksi.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Kalimantan Utara – PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHELPB) melakukan survey seismik laut 3D di Wilayah Kerja (WK) Lepas Pantai Bunyu di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Survei seismik ini merupakan bagian dari kegiatan eksplorasi untuk meningkatkan produksi migas nasional.

PHELPB merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina di bawah koordinator Zona 10 Regional 3 Kalimantan.

General Manager Zona 10, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa kegiatan survey seismik ini merupakan yang pertama kali dilakukan di WK Lepas Pantai Bunyu sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program percepatan peningkatan produksi migas nasional yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Survey seismik laut 3D PHELPB akan dilakukan hingga bulan Mei 2023 dan terdiri dari 2 area kerja yang masing-masing berdekatan dengan pulau Bunyu. Melalui survei ini, Perusahaan dapat meningkatkan pemahaman tentang kondisi geologi di bawah permukaan dan mendapat data seismik baru yang akan dipakai dalam perencanaan dan pengembangan WK ini,” ujar Djujuwanto dalam pernyataan resminya yang diterima suarabanyuurip.com, Senin (17/4/2023).

Baca Juga :   Pertamina Hulu Energi Raih Penghargaan PRISMA dari Kementerian Hukum & HAM

Menurut Djujuwanto, aktivitas seismik ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan keekonomian dan produktivitas lapangan-lapangan migas. Karena, jika survei ini berhasil maka akan dapat menyokong kebutuhan energi di Kalimantan Utara dan membantu memelihara keekonomian blok migas lain di sekitar wilayah tersebut.

“Perusahaan melakukan sosialisasi pelaksanaan survey seismik laut 3D kepada para pemangku kepentingan di sekitar wilayah kerja PHELPB yang berada di wilayah perbatasan dengan Malaysia,” jelas Djudjuwanto.

Djujuwanto menambahkan bahwa Perusahaan berkolaborasi dengan KRI Mamburungan dan personel dari TNI AL, serta Kapal Survei Nordic Bahari.

“Keterlibatan dari TNI AL menegaskan pentingnya keamanan dalam mengawal proyek hulu migas sebagai objek vital nasional,” ungkap Djudjuwanto.

Vice President Exploration PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), selaku Regional Kalimantan, Sri Hartanto, menyampaikan pentingnya survei seismik 3D Lepas Pantai Bunyu dalam mendukung upaya peningkatan produksi migas Indonesia.

“Survei seismik ini diharapakan dalam waktu dekat dapat dipakai dalam verifikasi dan pencarian cadangan sumber daya migas baru sehingga mampu berkontribusi dalam pencapaian target produksi minyak 1 juta barel di 2030,” tambah Sri.

Baca Juga :   Staf Ahli Menteri ESDM Beri Pandangan Baru Pengelolaan Migas di Wilayah Perbatasan

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara, Suriansyah, mengungkapkan bahwa survei seismik ini merupakan suatu momen bersejarah di Kalimantan Utara.

“Semoga kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara,” pungkas Suriansyah.(suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *