Penjualan Apel Menurun Akibat Isu Bakteri

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Isu beredarnya apel berbakteri jenis Granny Smith dan Gala asal California, Amerika Serikat mempengaruhi penjualan semua jenis apel di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Diakui pedagang buah yang ada di Tuban, apel jenis lain juga terimbas adanya isu ini. Terlebih apabila warna dan bentuk apel lain nyaris sama.

“Sejak adanya kabar itu, apel-apel lain juga tidak begitu laku. Karena memang warna dan bentuknya ada yang mirip,” jelas Sugiono, salah satu pedagang buah di kios Jalan Basuki Rahmat, Tuban, Rabu (4/2/2015).

Padahal apel yang dijual pedagang tidak semua berasal dari negara sama. Apel yang dijual pedagang ada yang berasal dari China dan Thailand. Terlebih apabila apel tersebut mempunyai label USA.

Kalaupun membeli masyarakat lebih suka dengan apel lokal, asal Malang.

“Semua penjualan menurun, masyarakat tetap saja takut untuk mengkonsumsi buah apel meski sudah tahu ini apel yang berbeda,” jelas Sugiono.

Penjualan Sugiono diakui menurun sejak satu minggu terakhir. Sekarang hanya mampu menjual 15 kilogram, padahal sebelumnya mampu menjual 25 kilogram.

Baca Juga :   Bobol Toko Material Dua Pelajar Dibekuk Polisi

“Saya sampai menulis tidak jual apel berbakteri, selain itu juga memberitahu masyarakat kalau ini apel jenis berbeda,” tandasnya.

Penurunan daya jual masyarakat juga dirasakan pedagang minuman. Penjual jus, mengaku masyarakat sekarang jarang membeli jus apel seperti biasanya.

“Memang berkurang sekarang, masyarakat lebih suka beli jus buah lain,” jelas Rudi (30), salah satu penjual makanan dan minuman. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *