SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) mulai dibangun di Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Rumah ini diperuntukkan bagi masyarakat perkotaan yang tidak mampu membeli rumah atau ingin tinggal. Â
Lurah Tambakromo, Tarkun, menjelaskan, keberadaan Rusunawa tersebut akan diprioritaskan bagi warga Cepu yang belum memiliki tempat tinggal. “Nanti akan ada tim verifikasi, supaya tidak salah sasaran,†katanya, Rabu (4/2/2015).
Menurut Tarkun, Rusunawa yang merupakan program dari kementrian Pekerjaan Umum bagian Cipta Karya tersebut, telah mulai pengerjaan pada akhir tahun 2014 lalu, berdiri di lahan pertanian eks-bengkok kelurahan.
“Desember kemarin telah dimulai pengerjaanya di lahan kurang lebih empat hektar,†ungkapnya.
Dengan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp15 miliar tersebut, lanjut Tarkun, akan ada dua unit Rusunawa yang berdiri. “Masing-masing unit terdapat lima lantai dan 48 hunian dengan harga sewa yang terjangkau,†ujar Tarkun mengutip proposal yang dia terima.
Dia berharap, dengan adanya Rusunawa tersebut warga Cepu khususnya Kelurahan Tambakromo, bisa memperoleh tempat tinggal yang layak. Saat ini banyak warganya yang belum memiliki tempat tinggal.
“Saat ini banyak warga mendirikan bangunan di lahan bengkok kelurahan untuk tempat tinggal,†jelasnya.
Sementara itu, warga Tambakromo, Rahmawan, mengaku senang dengan adanya Rusunawa. Dengan demikian warga bisa memanfaatkan kesempatan baik itu untuk mendapatkan tempat tinggal.
“Dengan harga murah, warga bisa memperoleh tempat tinggal yang layak,†ujarnya.
Wawan melanjutkan, saat ini lahan di Cepu harganya sangat mahal, sehingga warga pribumi kesulitan untuk mendapatkan lahan untuk membangun tempat tinggal. Sekarang ini bayak dari mereka mengontrak rumah untuk tinggal.
“Sebagian lagi ada yang menyewa lahan untuk didirikan bangunan tempat tinggal, dan sewaktu-watu bisa digusur untuk kepentingan pemilik lahan. Diantaranya di lahan milik PT KAI, milik Pusdiklat Migas. dan di bengkok milik kelurahan,†ungkapnya. (ams)