SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Tidak kurang dari satu kilometer jalan di Dusun Mlaten, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terputus setelah longsor terkikis aliran air Bengawan Solo.
Jalan desa ini, sekarang tidak dapat dilintasi. Karena setelah longsor, berubah menjadi bantaran bengawan dan dipergunakan untuk menambatkan perahu warga setempat.
“Ini dulu jalan desa Mas, sekarang jalan itu sudah hilang dan bisa menjadi bengawan,†kata Sunggar (75), salah satu orang tua di desa setempat kepada Suarabanyuurip.com dengan bahasa jawa, Sabtu (7/2/2015).
Sunggar mengatakan, setiap tahun Bengawan Solo selalu mengikis tanah di desa setempat. Setelah beberapa tahun bisa dilihat, kalau salah satu jalan desa, tepatnya di Dusun Mlaten, sudah berubah menjadi bengawan.
“Jalannya sekarang hilang, dulu saya juga punya tanah di sana,†lanjut Sunggar sambil menunjuk bekas tanahnya yang sekarang menjadi tambatan beberapa perahu.
Perangkat desa setempat, Abdullah, kepada suarabanyuurip.com membenarkan kalau jalan di dusun setempat longsor terputus akibat tergerus air dari bengawan solo.
“Perkiraan saya tidak kurang dari satu kilometer, jalan itu sekarang hilang berubah menjadi bengawan yang terus meluas,†jelas Abdullah.
Dia juga menunjukkan salah satu tiang listrik yang sekarang tampak berada di tengah bengawan. Menurutnya tiang itu dulu berada di pinggir jalan yang telah terkena abrasi.
“Kalau mau lihat jalan dulu dimana? Ya itu masih ada tiang listrik yang sekarang terlihat separuh karena sudah jadi bengawan,†kata Abdullah.
Baik perangkat desa ataupun warga setempat berharap hal ini mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Supaya wilayah yang ada di desa setempat tidak selalu tergerus bengawan solo.
“Selama ini tidak pernah ada perhatian, kami berharap ada pembangunan plengsengan untuk bantaran bengawan di sini,†tandasnya.(edp)