Harga Minyak Mentah Turun, BPE Hentikan Produksi

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, Jawa Tengah, PT Blora Patra Energi (BPE), memilih menghentikan produksi minyak mentah dari sumur tua. Penyebabnya, anjloknya harga minyak mentah dunia yang berpengaruh terhadap turunya biaya ongkos angkat angkut.

Plt Direktur PT BPE, Christian Presetya, menjelaskan, bahwa pada awal bulan Pebruari sejak ditetapkan harga baru ongkos angkat angkut minyak mentah, pihaknya tidak melakukan produksi dan pengiriman kepada Pertamina.

“Kalau kita paksakan produksi, akan mengalami kerugian. Karena harus memberi upah para penambang. Karena kita tidak melakukan pengiriman minyak,” katanya.

Chris mengungkan, pihaknya tidak terbiasa dengan perubahan harga yang dilakukan setiap bulan oleh pertamina. “Kita kesulitan untuk melakukan penyesuaian,” katanya.

Menurutnya, perubahan harga tersebut dirasakan sangat memberatkan. “Kalau dulu kita bisa menyesuaikan, karena perubahan harga dilakukan setahun sekali. Jadi kita ada waktu untuk melakukan penyesuaian,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pada awal Maret nanti ada kenaikan harga. “Sehingga kami bisa melakukan produksi kembali,” katanya.

Baca Juga :   Rig TBR-C Mulai Berdiri

Untuk diketahui, harga pembelian minyak mentah oleh Pertamina kepada penambang sumur tuaa atau biasa disebut ongkos angkat angkut. Sejak dua bulan terakhir mengalami penurunan drastis. Yakni dari sebelumnya Rp 4.160 perliter, awal Jnuari turun menjadi Rp 2.950/liter dan Pada Februari turun lagi Rp 2.198/liter.

Sementara itu, Manajer Koperasi Unit Desa (KUD) Wargo Tani Makmur, Kecamatan Jiken, Yusuf, menyatakan, turunnya harga minyak mentah membuat para penambang prihatin. Menurutnya, agar penambangan tetap eksis, meningkatkan produksi minyak mentah dari sumur tua merupakan salah satu alternatif yang bisa ditempuh.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *