Perundingan Berjalan Alot

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Hearing atau mediasi antara Operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) dengan perwakilan masyarakat Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berjalan alot.

Pantauan suarabanyuurip.com, hearing dilakukan di Meeting Room lokasi Sumur Mudi, Pad B, di desa setempat. Meski hearing sudah berjalan selama 2 jam lebih, tetapi belum ada titik temu dari tuntutan-tuntan yang diungkapkan warga.

Pembahasan utama dalam hearing adalah kompensasi untuk warga terdampak yang tidak diberikan sejak lima bulan terakhir. Warga menuntut uang kompensasi itu segera dibayarkan.

“Kita berharap itu diberikan, uang kompensasi yang memang menjadi hak dari warga,” kata Tarmuji, salah satu perwakilan warga.

Sementara itu, perwakilan JOB PPEJ, Yunizar, bersikeras perusahaan tidak akan memberikan kompensasi berupa uang tunai. Alasannya hal itu tidak diperbolehkan sesuai aturan yang ada.

“Sesuai aturan yang ada kita tidak diijinkan untuk memberikan apapun dalam bentuk uang,” timpal Yunizar, menjelaskan.

Sempat muncul beberapa opsi terkait pemberian kompensasi. Yakni JOB PPEJ menawarkan kompensasi ini diberikan dalam bentuk lain seperti sembako, pupuk, obat pertanian, ataupun kebutuhan lain.

Baca Juga :   CPF Banyuurip Segera Dioperasikan

“Kalau seperti itu bisa, kita bisa memberikan kompensasi berupa uang,” kata Yunizar.(edp)

Meski sudah ada tawaran seperti ini, warga tetap menolak kompensasi diberikan dalam bentuk lain. Karena uang itu diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari, dan tidak sekedar makan saja.

“Banyak kebutuhan tidak hanya untuk makan, masa kalau kita sakit dikasih beras?” Celetuk perwakilan warga.

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *