SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sekitar 150 orang dari desa sekitar ladang minyak Tiung Biru (TBR) di wilayah Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan aksi blokir jalan menuju lokasi TBR-A, Selasa (10/2/2015).
Mereka meminta kopensasi atas kerusakan tanaman pertanian di sekitar lokasi TBR. Dugaan warga kerusakan tersebut akibat dari lampu penerangan, dan flaring TBR.
“Saya minta diberikan kopensasi per bulan. Banyak tanaman pertanian seperti padi maupun lainnya tidak bisa berbuah secara maksimal,” ungkap Sumari, salah satu pendemo.
Dia katakan, sebelum ada pemboran tanaman pertanian di sekitarnya tidak pernah mengalami kegagalan panen. Semenjak adanya pemboran TBR tanaman padi tumbuh baik, tetapi tidak berbiji dengan maksimal.
“Suatu hal yang wajar jika warga minta kopensasi dari dampak pemboran TBR tersebut,” tegas Eko pendemo lain.
Menerima informasi ada aksi warga, Camat Tambakrejo, Ngasiaji, langsung turun ke lapangan. Dia mencoba menenangkan massa pendemo dengan dialog dengan mereka.
“Terkait tuntutan warga sebenarnya sudah kami respon, beberapa waktu lalu telah dilakukan pertemuan. Tentunya, menunggu hasil leb (laboratoriaum) kurang maksimalnya tanaman padi seperti yang dikeluhkan warga itu apakah disebabkan dari pemboran atau disebabkan dari faktor lain,†kata Ngasiaji di hadapan pendemo.
Saat ini, tambah Camat Ngasiaji, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium. Apalagi hasuil itu akan dibiacarakan lagi dalam musyawarah dengan warga.
Aksi warga tak berlansung lama menutup jalan menuju lokasi TBR A. Karena, diminta perwakilan bertemu di Balai Desa Kalisumber, dan hingga saat ini pertemuan masih berlangsung. Dalam aksi ini warga dikawal pihak keamanan dari Muspika Tambakrejo, Purwosari, dan Polres Bojonegoro. (sam)