SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Aktifitas Sumur Minyak Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali lancar setelah perwakilan warga yang melakukan demo menyepakati hasil deteksi uji kandungan udara dan kebisingan yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) di lokasi TBR-A, Senin (10/2/2015).
Dari pantauan, setelah dilakukan deteksi kebisingan dan Gas H2S di lokasi TBR, perwakilan warga, Tim BLH, Pemerintah Desa (Pemdes) Kalisumber, Muspika Purwosari dan Tambakrejo, kembali ke Balai Desa (Baldes) Kalisumber kembali melanjutkan perundingan untuk menentukan kesepakatan bersama.
Salah satu dari perwakilan pendemo, Eko, mengungkapkan, sesuai dengan perundingan bersama telah ditandatangani berita acara hasil cek deteksi kebisingan dan Gas H2S yang dilakukan langsung oleh BLH. Sedangkan berkaitan tanaman akan ditunggu hasil uji laboratorium.
“Kami sepakati hasil deteksi dari BLH yang hasilnya kebisingan maupun gas H2S tidak melebihi baku mutu yang ditetapkan pemerintah,” kata Eko kepada suarabanyuurip.com seusai menandatangani berita acara kesepakatan.
Perwakilan BLH Bojonegoro, Heri Susanto, mengatakan, berkaitan dengan tuntutan warga yang mengaku ada dampak pemboran TBR ke tanaman pertanian masih dilakukan uji laboratorium secara detail untuk mengetahui kebenarannya.
“Ngujinya ke Surabaya, Mas. Jadi butuh waktu,” ujar Heri Susanto.
Kepala Desa (Kades) Kalisumber, Lasrini Khumihayun, menyatakan, apa yang dituntutkan warga adalah di luar program corporate social responsibility (CSR) Pertamina EP. Karena tuntutan itu adalah kompensasi dan ganti rugi.
“Jadi jangan disalah artikan antara CSR yang mengarah di bidang infrastruktur dengan tuntutan warga tentang kompensasi dan ganti rugi ini. Tentunya beda ya, pertamina dan semua pihak harus saling mengerti dan selalu berkoordinasi yang baik dengan desa. Agar, setiap kejadian bisa dielminir tidak selalu ruwet seperti ini,” harapnya.
Camat Tambakrejo, Ngasiaji, menambahkan, uji laboratorium dilakukan dari Lembaga riset, Sucofindo. “Beberapa waktu lalau mereka sudah datang ke sini. Informasinya hari Kamis ini sudah siap datang untuk menunjukan hasilnya,” sambung Camat Tambakrejo, Ngasiaji.
Berita acara hasil pengambilan sample ditandatatangi oleh tim BLH yaitu Hery Susanto, Haris Efendi, Ririen Faizah yang disaksikan oleh muspika tambakrejo dan Purwosari, Kades Kalisumber, Lasrini Khumihayun, pihak masyarakat Eko dan dari Pertamina EP, Ali Hermansyah.
(sam)