Disperta Belum Tahu Rencana Flaring Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku, belum mengetahui rencana kegiatan flaring dengan kapasitas 23 juta standar kaki kubik per hari (milion standart cubic feet per day/MMSCFD) sampai 70 MMSCFD di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), pada saat peningkatan produksi nanti.

“Saya kok belum tahu, bagaimana dan apa flaring itu,” kata Kepala Disperta Bojonegoro, Akhmad Djupari saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com di kantornya, Selasa (10/2/2015).

Meskipun begitu, dari pengalaman yang didapatkan di lapangan migas lainnya, adanya flaring tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman baik itu palawija maupun padi. Sehingga, para petani tidak perlu khawatir jika tanamannya mati.

“Kalaupun memang ada flaring, saya kira tidak akan mempengaruhi tanaman yang ada di sekitarnya,” tandasnya.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro itu menyampaikan, akan berkoordinasi lebih lanjut dengan EMCL untuk mengantisipasi jika memang ada dampak flaring terhadap tanaman di sekitar lokasi flare. Sehingga petani merasa tenang dan tidak khawatir secara berlebihan.

Baca Juga :   Karyawan Subkon JOBP-PEJ Akan Demo Lagi

“Karena selama saya menjabat belum ada program CSR bagi petani sekitar Lapangan Banyuurip dari EMCL, bisa nanti kami usulkan untuk pertanian di sana,” tukasnya.

Sementara itu, Vice President ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, melalui Jefri Hariwibowo, menyampaikan, sejak tahun 2008 EMCL telah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melaksanakan program corporate social responsibility (CSR) di sektor pertanian.

“Meski begitu, kami akan mempertimbangkan dan menerima masukan dari Disperta terkait program CSR di sekitar flaring,” sambung Jefri.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *