SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Lingkungan Hidup, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menargetkan adanya ruang terbuka hijau atau RTH di Kabupaten Bojonegoro sebagai buffer zone atau zona penyangga untuk menekan CO2, dan peningkatan suhu.
“Ruang terbuka hijau ini juga untuk memperteduh lingkungan,” jelas Kepala BLH, Tedjo Sukmono, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (11/2/2015).
Dia mengatakan, ruang terbuka hijau untuk wilayah Desa Campurejo, Kecamatan Kapas, kami meminta operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) untuk melakukannya.
“Wilayah Campurejo dan sekitarnya merupakan tanggung jawab JOB PPEJ,” tegasnya.
BLH akan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dalam melakukan RTH ini, seperti RSUD dan fasilitas umum lainnya. Sementara operator tidak hanya JOB PPEJ saja, namun juga operator Blok Cepu, Â EMCL dan Sumur Tiung Biru, Pertamina EP Asset 4.
“Apalagi EMCL, mereka harus melakukan penghijauan sesuai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” tukasnya.
Dia menyebutkan, selama ini penghijauan yang dilakukan oleh EMCL masih kurang dan jumlahnya belum sesuai dengan dokumen AMDAL. Sehingga, perlu ada peningkatan dalam hal penghijuan terutama di desa ring 1 Blok Cepu.
“Suhu di Bojonegoro pada musim kemarau mencapai 44 derajat celcius, dan musim penghujan sekarang ini 35 derajat celcius. Sehingga, dalam ukuran suhu masih sangat panas,” tukasnya.
Sementara itu, baik Public and Government Affair Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, maupun Humas Pertamina EP Asset Iv, Aulia Arbiani, belum memberikan tanggapannya mengenai hal ini. Konfirmasi melalui pesan pendek (SMS) yang dikirim Suarabanyuurip.com, sampai berita ini ditulis belum ditanggapi. (rien)