SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ajudan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur, dikabarkan tewas setelah terjatuh dari Kereta Api.
Informasi sementara yang dihimpun suarabanyuurip.com, Jumat (13/2/2015), korban bernama Nur Hadi, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memang ditugaskan menjadi ajudan Ketua DPRD Tuban.
Sebelumnya, Nur Hadi diketahui mendampingi Ketua DPRD Tuban, Miyadi, melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Tetapi ketika berada di Jakarta, Nur Hadi mengeluhkan sakit dan meminta ijin untuk kembali pulang ke Tuban.
“Ketika akan naik pesawat, petugas dari bandara setempat tidak memperbolehkan naik karena korban saat itu sakit cacar,†kata sumber suarabanyuurip.com yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Karena tidak diperbolehkan naik kereta, korban bersama seorang temannya naik Kereta Api. Dari sinilah kejadian naas dialami korban.
“Ketika di dalam kereta, korban mengeluh sakit perut dan pamit kepada temannya ingin ke kamar kecil,†katanya.
Setelah pamit, korban tak kunjung kembali ke tempat duduk. Karena terlalu lama, temannya kemudian mencari korban ke kamar mandi dan menyisir gerbong. Tetapi tak kunjung menjumpai korban.
“Setelah di stasiun berikutnya, kemudian ada pengumuman kalau seorang penumpang telah terjatuh dari kereta api yang ditumpanginya,†tandasnya.
Saat ini, jenazah korban dikabarkan masih dalam perjalanan ke Tuban. Diperkirakan akan sampai di Tuban pada sore hari ini.
Ketika melakukan klarifikasi kebenaran berita ini, Kepala Bagian Humas dan Media Pemkab Tuban, Teguh Setyobudi, belum membalas pesan singkat dan telepon konfirmasi suarabanyuurip.com. Begitupun dengan Ketua DPRD Tuban, Miyadi, yang diperkirakan masih berada di Jakarta.(edp)