Pasar Cepu Ditinggalkan Pedagang

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pedagang di Pasar Induk Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah meninggalkan lapak jualannya di dalam pasar. Mereka lebih memilih berjualan di luar pasar, dan menjadikan kios, dan lapak di dalam pasar untuk gudang.

Hal itu dilakukan pedagang karena di dalam pasar kondisinya kumuh tak terawat. Selain itu lantai di dalam juga becek, apalagi disaat musim hujan seperti sekarang.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Cepu, Sumarni (47), mengatakan, para pedagang lebih memilih berjualan di luar pasar karena di dalam pasar, jarang pembeli yang datang. Dia mengakui, jika di dalam pasar kondisinya kumuh dan becek.

“Di luar lebih ramai, Mas,” katanya, Jumat (13/2/2015).

Pedagang berharap, pemerintah daerah lebih memperhatikan kondisi pasar tersebut. Jika memungkinkan segera dibangun lebih baik lagi.

 “Kalau nanti dibangun lebih baik, pasti banyak pedagang yang pidah ke dalam, tentunya juga akan banyak pembeli berdatangan,” ungkap Sumarni di samping pedagang lain.

Keengganan pedagang berjualan di dalam pasar, menurut Kepala UPTD Pasar Wilayah Cepu, Saji, karena kondisi pasar milik Pemkab Blora tersebut sudah sangat memprihatinkan. Pedagang lebih memilih berjualan di luar pasar, sementara los maupun kios di dalam dibiarkan terbengkelai.  

Baca Juga :   Upacara Ditengah Sawah Agar Tak Jadi Pegawai Semen

Sedangkan pedagang yang berjualan di luar rata-rata pedagang kecil. Salah satunya pedagang buah yang los di dalam pasar dipakai gudang.

“Pedagang sayur juga sama, mereka memilih berjualan di luar pasar,” jelas Saji.

Para pedagang lebih memilih berjualan di luar karena akan lebih mudah dijangkau pembeli. Mereka melakukan jemput pembeli daripada harus menunggu di dalam. Dari mana arah pembeli datang, mereka mencegatnya.

“Kita kesulitan meminta mereka kembali menempati los dalam pasar,” ungkap Saji. “Kalau kita amati, kondisi pasar saat ini tampak kumuh,” tambah Saji.

Melihat kondisi tersebut, Saji berharap Pasar Induk Cepu bisa segera dibangun. Supaya didalam pasar tidak tampak mati karena banyak pindah diluar pasar.

“Pasar nanti diratakan dan ditinggikan. Jadi direnovasi total dan dibangun dua lantai, nantinya untuk mengakomodir para pedagang,” katanya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *