Temukan Mortir Dua Kwintal di Tukang Rosok

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Tim Gegana Brimob Wilayah Pati, Jawa Tengah, kembali mengamankan bahan peledak aktif jenis mortir dengan panjang 140 centi meter (cm) diameter 35 cm dan berat 2 kwintal di wiilayah hukum Polres Blora. Butuh delapan orang anggota Gegana untuk mengangkat mortir tersebut.

Sebelumnya, mortir itu tergeletak seslama tiga minggu di tempat pengepul barang bekas (rosok) milik Rusdi (54), warga Sitimulyo lorong 1 Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu.

Kapolsek Cepu, AKP Andi Kadesma, menjelaskan, pihaknaya mengetahui penemuan bahan peledak tersebut seteah mendapat laporan dari masyarakat. “Awalnya kami tidak tahu karena tidak ada lapoaran,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (13/2/2015).

Setelah mandapat laporan dari masyarakat, anggota Polsek Cepu langsung cek lokasi dan ternyata bahan peledak tersebut masih ada. Mengetahui hal itu, Polsek Cepu langsung berkoordinasi dengan Polres Blora.

“Kemudian Polres berkoordinasi dengan tim Gegaana Pati,” kata Andi, menjelaskan.

Sementaara itu, Kepala Subdensus Brimob Pati, AKP Nur Alfian, menuturkan, bahwa mortir tersebut akan dibawa kemarkas untuk diamankan baru kemudian dimusnahkan.

Baca Juga :   Dishub Bojonegoro Tak Gubris Keluhan Warga

Dia mengungkapkan, meskipun detonator pada mortir itu sudah tidak ada dan sayapnya hilang, namun mortir tersebut masih aktif. “Umpama mortir itu nekat digergaji, maka bisa meanimbulkan ledakan dan ledakannya bisa terdengar lebih dari radius 1 km,” ujar Nur Alfian, menjelaskan.

Ia menghimbau kepada masyarakat supaya berhat-hati atau langsung melaporkan kepada kepolisian setempat jika menemukan besi yang bentuknya seperti mortir. “Karena ini berbahaya, kalau hanya dismpan di rumah,” pungkas Nur Alfiian.

Rusdi (54), pengepul barang bekas saat dimintai keterangan menjelasakan, bahwa mortir tersebut sudah tiga minggu berada di rumahnya. Dia membeli mortir tersebut dari salah satu warga yang biasa mencari besi bekas di dasar sungai Bengawan Solo dengan harga Rp. 800.000.

“Saya ditawari langsung saya beli dan saya angkut dengan mobil pick up,” katanya.

Saat membeli mortir temuan itu Rusdi beranggapan jika barang tersebut sudah tidak aktif karena kondisi masing-masing ujungnya sudah bolong (tanpa detonator pemicu). Karena itu ia tak khawatir mortir itu meledak sehingga tak melaporkanya kepada kepolisian.

Baca Juga :   Warga Bojonegoro Tewas Tersengat Listrik JTM, Ini Tanggapan PLN

“Kalau aktif dan tidaknya saya tidak tahu, karena sudah bolong saya anggap sudah tidak aktif,” ujar Rusdi.

Untuk meyakinkan, dirinya membiarkan mortir tersebut tergeletak begitu saja di halaman rumahnya. “Biar kehujanan, kalau berkarat nantinya bisa diketahui masih benar-benar aktif atau tidak,” katanya.

Dia mengaku, jika yang melaporkan penemuan tersebut bukan dirinya, tapi orang lain yang sempat berkunjung dan melihat mortir tersebut.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *