Warga Bojonegoro Tewas Tersengat Listrik JTM, Ini Tanggapan PLN

Petugas Damkarmat Bojonegoro saat mengevakuasi korban kesetrum listrik di Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Petugas Damkarmat Bojonegoro saat mengevakuasi korban kesetrum listrik di Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Sumberrejo memberikan tanggapan menyusul insiden yang menewaskan warga Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akibat tersengat listrik, Minggu (28/01/2024).

“Kami turut berduka cita atas insiden meninggalnya warga Desa Wotan Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Kabul (55) yang tersengat listrik saat korban memotong ranting pohon,” kata Manager PLN (Persero) ULP Sumberrejo, Yehezkiel kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (28/01/2024) malam.

Dia membenarkan, bahwa korban tersengat listrik Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kiloVot (kV) yang memasok aliran listrik untuk wilayah Sumberrejo dan sekitarnya.

Berkenaan hal tersebut, selanjutnya PLN mengimbau masyarakat untuk menjaga jarak aman minimal 2,5 meter dalam melakukan aktivitas di dekat jaringan listrik.

“Selain itu, kami imbau pula agar masyarakat tidak ragu meminta bantuan pengamanan PLN melalui PLN Mobile atau Call Center 123,” tandas Yehezkiel.

Diwartakan sebelumnya, Kepala Desa Wotan, Anam Warsito mengatakan, selama ini warga Wotan sudah sangat sering melaporkan kepada PLN sebab adanya banyak tiang listrik yang miring dan kabelnya kendor sehingga menyentuh dahan pohon namun tidak ada perhatian dan penanganan di lapangan oleh PLN.

Baca Juga :   Tripatra : Petugas Sudah Sering Peringatkan Mereka

“Untuk kedepan saya selaku kepala desa berharap PLN selaku pemangku kewenangan dapat melakukan upaya agar tidak jatuh korban dengan sering melakukan perimbasan pohon secara rutin,” harapnya.

Adapun terhadap korban telah dilaksanakan evakuasi oleh Regu 3 dari Damkarmat Pos Kota terhadap jenazah korban, Kabul yang terjebak di atas pohon jati.

Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Gunawan menuturkan, pada mulanya korban membersihkan ranting kayu jati di depan rumahnya, Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo.

Ketika sedang melakukan pemotongan dahan dan ranting itu, tak dinyana ranting pohon yang dibersihkan Kabul mengenai kabel listrik JTM. Ranting pohon jati yang dalam keadaan basah tersebut lalu hendak ditarik, yang kemudian mengakibatkan korban tersengat aliran listrik hingga meninggal dunia.

Diperkirakan, kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 pagi. Sedangkan laporan diterima oleh Damkarmat Bojonegoro sekitar pukul 09.38 WIB yang langsung bergegas menuju lokasi.

“Korban dapat dievakuasi dalam kondisi sudah meninggal dunia, kegiatan lancar dan aman hingga selesai pada pukul 10.40 WIB,” kata Ahmad Gunawan dalam keterangan tertulis yang diterima Suarabanyuurip.com.(fin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *