SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro -Â Jalan poros desa yang menghubungkan Dusun Kalimati, Desa Tengger dengan Dusun Nglingi, Desa Bareng, Kecamatan Ngasem, Kabuaten Bojonegoro, Jawa Timur, longsor akibat tergerus derasnya air sungai setempat pada Sabtu (14/2/2015) malam.
Dari pantauan menyebut, dari total panjang jalan sekira 400 meter x 2,5 meter, sepanjang kurang lebih 40 meter rusak parah akibat tergerus air sungai. Selain jalan, jembatan dengan delapan tiang tinggi tiang tengah tujuh meter anjlok di bagian ujung timur. Jalan dan jembatan itu dibangun pada kisaran 2005 silam.
“Kemarin malam sini hujan deras dan mengakibatkan jembatan dan jalan tergerus derasnya air suangai,” kata Samijan, warga Dusun Kalimati, Desa Tengger ditemui suarabanyuurip.com di lokasi kerusakan jalan dan jembatan, Minggu (15/2/2015).
Dijelaskan, akibat rusaknya jalan dan jembatan ini akan membuat warga Kalimati kembali terisolasi jika tidak segera dicarikan solusinya. Karena sarana tersebut untuk menghubungkan dengan Dusun Nglingi.
“Intinya kami akan terisolasi lagi jika tidak segera dibangun kembali. Karena, jika jalur terputus warga akan menunggu surutnya air sungai jika ingin menyeberang ke desa tetangga seperti sebelum tahun 2005,” ujar pria yang berdomisili di RT 10, RW 5 itu mengungkapkan.
“Mudah-mudahan segera ada perhatihan dari pihak yang berwenang untuk dibangun kembali. Agar kami lebih mudah lagi untuk menuju lahan pertanian kami,” sambung Sini, warga Desa Bareng saat hendak ke sawah miliknya.
Kepala Desa (Kades) Tengger, Ci’anto Nurcahyo, menjelaskan, total warga yang menghuni Dusun Kalimati sebanyak 80 jiwa dengan jumlah 33 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan jalan dan jembatan yang menghubungkan Dusun Nglingi, Desa Bareng merupakan sarana untuk berkomunikasi secara cepat. Lain itu, juga merupakan jalur warga menuju kelahan pertanian baik dari warga Bareng dan sebaliknya.
“Semoga Pemkab Bojonegoro nanti bisa memberikan solusinya bagaimana agar jalur warga ini bisa terbangun lagi. Karena, yang jelas desa tidak mampu membangun secara maksimal karena faktor biaya, Mas,” harap Ci’anto.(sam)