Lahan Pertanian Cepu Berkurang

SuaraBanyuurip.com Ahmad Sampurno

Blora – Lahan pertanian produktif di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mulai beralih fungsi untuk properti. Kendati begitu Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan menganggap tak berpengaruh terhadap produksi pangan.

Kepala UPT Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan Cepu, Syafudin, menyatakan, walaupun lahan berkurang untuk pembangunan perumahan namun tidak berpengaruh terhadap produksi pertanian.

“Kalau dalam persentase, mungkin hanya nol koma sekian persen saja,” ujar Syafudin, Senin (17/2/2015).

Menurutnya,  detail luasan dari lahan pertanian masih akan dikoordinasikan dengan Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga ini yang memiliki otoritas perhitungan luasan lahan pertanian.

Dirinya mengaku sering mendapat kesulitan jika berhadapan dengan BPS terkait data lahan pertanian. “Sering otot-ototan dengan statistik berkaitan dengan luasan lahan,” jelas Syaifudin.

Menurutnya, hasil pendataan sensus pertanian yang dilakukan oleh BPS tahun 2013 lalu, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkannya. Sehingga, untuk mendapatkan data luasan lahan pihaknya masih mengacu pada dari desa yang berkaitan dengan statistik.

Baca Juga :   Modus Peningkatan Jalan Luwihaji Dijaminkan BPR, Kejaksaan Bojonegoro Tahan 1 Tersangka

Di Cepu sendiri ada beberapa proyek pembanguan, baik perumahan maupun hotel. Salah satunya, akan berdiri Rusunawa (rumah sususun sederhana sewa) di lahan pertanian seluas 4 hektar eks-bengkok Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu. Di lahan tersebut, akan berdiri 2 unit rusunawa dan masing-masing unit terdiri dari 5 lantai dengan 48 kamar.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cepu, Sholichan Muhtar, juga membenarkan jika di Cepu mulai banyak bangunan hotel baru. Baik yang sudah berdiri maupun masih dalam tahap pengerjaan. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *