SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Paguyuban Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur meminta kepada kontraktor pelaksana proyek Engineering Procurement and Construction (EPC)-1 dan EPC-5, Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra – Samsung dan PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind) dalam melakukan pengurangan tenaga kerja (Naker) mempertimbangan potensi lokal.
“Saya minta kalau mau mengurangi naker, kurangi dulu naker asal luar daerah. Jangan malah Naker lokal dihabisi tapi dari luar daerah yang dipertahankan, ” kata Ketua Paguyuban Kades se-Kecamata Gayam, Sukono kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (18/2/2015).
Pada dasarnya paguyuban kades tak mempersoalkan jika surplus Naker itu dilakukan, karena aktifitas proyek EPC telah menyusut drastis. Utamanya adalah pengerjaan proyek EPC-1.
“Bagi saya tidak ada masalah ada pengurangan naker. Tetapi, kalau naker lokal yang dihabisi tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan gejolak bagi warga sekitar. Karena, pengangguran kembali bertambah,” jelas Kades Katur, Kecamatan Gayam tersebut.
Diharapkan pihak kontraktor EPC lebih memikirkan berbagai faktor, dan kondisi yang ada di sekitar proyek Blok Cepu.
“Mudah-mudahan perusahan lebih selektif lagi dalam mengurangi naker,” imbuhnya. (sam)Â