SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski belum jelas kapan mulai beraktifitas, rencana pembangunan proyek kilang untuk fasilitas penggolahan migas oleh PT Humpuss Patragas di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi harapan bagi warga sekitar proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu. Mereka ingin dilibatkan jika proyek milik keluarga Cendana itu mulai beroperasi.
Warga Desa Katur, Andik Wibowo, mengatakan, dengan melibatkan warga ketika proyek pembangunan kilang PT Humpuss dimulai akan dapat mengurangi pengangguran. Terlebih dengan paska berakhirnya proyek engineering, procurement and construction (EPC) Banyuurip yang dipastikan akan memunculkan pengangguran baru.
“Saya yakin jika warga sekitar utamanya usia produktif terlibat secara maksimal akan mampu mengurangi pengangguran yang ada nantinya,” kata Wibowo kepada suarabanyuurip.com, Kamis (19/2/2015).
Cara yang harus dilakukan, kata Andik Wibowo, salah satunya adalah PT Humpuss ataupun rekananya merekrut tenaga lokal sesuai dengan keahlihannya masing-masing.
“Proyek kilang ini tentunya jadi tumpuhan harapan bagi kami. Tak hanya itu, selain bisa mengurangi pengangguran setidaknya juga bisa meminimalisir gejolak sosial warga,” terangnya.
“Saya sangat setuju jika PT Humpuss nanti melibatkan warga sekitar secara maksimal. Sebab, sebagai penerima dampak secara langsung tentunya harus diperhatikan secara serius,” sambung Hadi Makruf, warga lainnya.
Perlu diketahui lokasi PT Humpuss berjarak sekitar 100 meter kearah selatan dari kilang mini PT Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Lokasi lahannya berada di perbatasan dua desa, yakni di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu dan Desa Katur. Kecamatan Gayam, Bojonegoro.
Sesuai kabar awal, Humpuss akan memboyong kilangnya yang berada di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang saat ini mangkrak. Kilang itu akan mengolah migas dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu dan Jambaran – Tiung Biru (J-TB).(sam/un)