SuaraBanyuurip.com -Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Kecelakaan maut menimpa rombongan jamaah pengajian asal Desa Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di ruas tol kawasan Jangli, Semarang, Jawa Tengah, Jum’at (20/2/2015) sekira pukul 17.00 WIB.
Akibat kecelakaan itu, sebanyak 16 orang dikabarkan meninggal dunia dan 56 mengalami luka-luka baik ringan maupun berat. Saat ini, korban masih berada di sejumlah rumah sakit di Semarang di antaranya Rumah Sakit Kariyadi, Bhayangkara, Elizabhet dan RS Sultan Agung.
Sesuai data yang di peroleh di Posko Kecelakaan Kecamatan Dander, dari 16 korban meninggal dunia itu sembilan orang sudah berhasil teridentifikasi. Yakni Hj. Tutik Sutrasini (55), Hadi Prayitno, (51), Bima Saputra (10), Maryati (50), Sunisih, Nanda, dan Syarif Hidayatullah, semuanya warga Desa Dander.
Kemudian, Maryadi (38), warga Dusun Kedungbajul, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Salfiah, warga Kuncen, Kecamatan Padangan. Sedangkan tujuh orangnya belum bisa teridentifikasi.
“Mungkin waktu kecelakaan terjadi identitas mereka berada di tas,” kata petugas Jasa Raharja saat melaporkan kepada Camat Dander, Fatkhur Rohman, Jum’at (20/2/2015) malam.
Fatkhur menjelaskan, dari 72 orang yang berada dalam rombongan itu sebanyak 39 orang warga Dannder. Sedangkan sisanya adalah dari sejumlah desa di beberapa kecamatan di Bojonegoro. Seperti Ngasem, Balen, Padangan, Sumberejo, Bojonegoro, dan bahkan ada yang dari Kabupaten Nganjuk.
“Ini adalah rombongan jamaah rutin Habib Lutfi, Pekalongan, yang dilaksanakan setiap Jum’at Kliwon,” kata Fatkhur.
Rombongan berangkat pada Kamis (19/2/2015) sore kemarin dari Desa Dander. Namun saat kembali dari Pekalongan, tepatnya di ring road Semarang, Bus Sang Engon, milik Kepala Desa Jono, Kecamatan Temayang, Dasuki, yang ditumpangi rombongan mengalami kecelakaan.
“Mungkin sopirnya tidak hafal kondisi jalan. Pas ditikungan bus terbalik,” kata Fatkhur.
Saat ini, Dinas Kesehatan Bojonegoro bersama Polres Bojonegoro dan sejumlah satuan kerja perangkat derah (SKPD) sedang bertolak ke Semarang untuk menjemput jenazah korban. Di perkirakan jenazah akan tiba di posko Sabtu (21/2/2015), sekira pukul 09.00 WIB.
Para keluarga korban banyak berdatangan ke posko kecelakaan di Pendapa Kecamatan Dander. Mereka menanyakan tentang kepastian kondisi korban.
“Saya ingin memastikan kondisi adik saya. Bagaimana keadaannya,” kata Narko adik ketiga korban Maryadi saat bertanya petugas posko kecelakaan.(suko)