SuaraBanyuurip.com –Â d suko nugroho
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, datang ke posko kecelakaan di Pendapa Kecamatan Dander, Jum’at (20/2/2015), sekira pukul 23.15 WIB. Kedatangan Suyoto untuk menyampaikan perkembangan terkini korban kecelakaan rombongan pengajian di ruas Tol Jangli, Semarang, Jawa Tengah, Jum’at (20/2/2015) sore tadi.
Dia menyampaikan, sesuai perkembangan terakhir yang diterima dari Kapolrestabes Semarang dan Kanit Lantas, bus yang membawa korban sehat sudah siap berangkat dari rumah sakit Karyadi, Semarang, malam ini.
“Malam ini korban yang sehat akan pulang menggunakan bus,” kata dia dihadapan keluarga korban yang berkumul di posko kecelakaan.
Dia menerangkan, sedangkan untuk korban meninggal saat ini masih dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian dan rumah sakit. Hal ini untuk mengetahui secara pasti identitas para korban.
“Semua sedang diurus, baik untuk proses hukum dan administrasinya,” tegas Suyoto.
Rencananya, jenazah korban akan langsung diserahkan kepada masing-masing keluarga. Tidak dikumpulkan di posko kecalakaan di Pendapa Kecamatan Dander. Karena itu setiap ambulan yang mengangkut jenazah akan ditulisi nama maupun alamatnya.
“Jadi nanti ambulan dari Semarang langsung membawa jenazah korban menuju alamat rumahnya,” ujar Suyoto.
Ketua DPW PAN Jatim itu menegaskan, untuk semua biaya di rumah sakit di Semarang dan pengangkutan korban selamat maupun meninggal akan ditanggung oleh Pemkab Bojonegoro.
“Saya secara pribadi maupun atas nama Pemkab Bojonegoro sangat prihatin dengan kejadian ini. Tapi semua ini musibah, dan saya minta keluarga untuk sabar,” pesan Suyoto.
Sesuai data yang di peroleh di Posko Kecelakaan di Kecamatan Dander, sebanyak 56 orang mengalami luka-luka dan 16 orang meninggal dunia. Dari korban meninggal itu sembilan orang sudah berhasil teridentifikasi. Sedangkan tujuh korban lainnya belum.
Ke sembilan korban yang berhasil diidentifikasi adalah Hj. Tutik Sutrasini (55), Hadi Prayitno, (51), Bima Saputra (10), Maryati (50), Sumisih, Nanda, dan Syarif Hidayatullah, semuanya warga Desa Dander.
Kemudian, Maryadi (38), warga Dusun Kedungbajul, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Salfiah, warga Kuncen, Kecamatan Padangan. Sedangkan tujuh orangnya belum bisa teridentifikasi.
Sementara korban luka ringan di RSUP DR Kariadi 17 orang dan 12 orang luka berat, serta 6 orang meninggal dunia. Kemudian di RS Bhayangkara Semarang, luka ringan 21, luka berat 3 orang dan meninggal dunia 10 orang.
Di RS Sultan Agung Semarang luka ringan satu orang, dan RS Elisabeth satu orang luka berat.(suko)