SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Gara-gara tergiur ingin bekerja di perusahaan migas, ExxonMobil, empat orang warga Desa Sidokumpul, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, tertipu hingga puluhan juta rupiah. Mereka adalah Joko, Pirinpawoko, Wawan dan Heru.
Menurut cerita Joko, salah satu korban, kejadian tersebut terjada pada 2009 lalu. Saat itu ada sesorang bernama Kus, Warga Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendatanginya dan memberikan janji bisa memasukkannya ke perusahaan ExxonMobil karena memiliki memiliki koneksi orang dalam perusahaan.
“Kus meminta uang Rp 15 juta. Katanya untuk diberikan kepada orang dalam kenalanannya yang bisa memasukkan ke Exxon,“ ujar salah salah Joko kepada suaraBanyuurip.com, Senin (24/3/2014).
“Saya dan juga 3 teman saya di iming-imingi jika nanti kami akan mendapat tempat kerja yang nyaman dengan penghasilan dollar,“ lanjut Joko.
Untuk bisa masuk ke perusahaan ExxonMobil, lanjut Joko, pelaku meminta uang Rp15 juta perorang. Uang tersebut akan dijadikan jaminan agar para korban bisa cepat masuk diperusahaan Exxon. Uang tersebut harus dibayar tunai, tidak boleh dicicil.
“Dia saat ini katanya bekerja sebagai koordinator angkutan dilokasi perusahaan Exxon,” ujar Joko.
Dengan janji manis tersebut, keluarga korban segera berupaya mencari dana yang diminta pelaku. Dengan cara berhutang dan menjual barang berharga miliknya. Bahkan orang tua salah satu korban rela menjual rumahnya demi anaknya bisa masuk keperusahaan ExxonMobil.
Namun setelah uang diserahkan ke pelaku dan ditunggu hingga berbulan-bulan tidak ada kepastian kapan mereka bisa bekerja di Exxon Mobil. Joko dan ketiga temannya yang tidak sabar kemudian menagih janji ke pelaku. Namun setiap ditagih pelaku selalu berkelit dan meminta korban agar bersabar karena mereka pasti bisa bekerja di Exxon.
“Sekarang sudah berjalan 5 tahun kami belum juga bekerja di Exxon. Dipanggil untuk dites saja belum pernah. Kus saat ditagih janjinya selalu berbelit-belit,“ ujar Joko.
Joko dan ke tiga temannya hingga kini masih bersabar. Namun kalau memang tidak bisa bekerja di ExxonMobil mereka meminta agar uang yang diserahkan dikembalikan kepelaku. “Kalau tidak dikembalikan, kami akan lapor polisi. Tidak perduli walau pelaku mengaku punya dekengan orang polda,“ ancam Joko.(tok)