Minta Bus Proyek Tak Lewat Jalan Desa

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyayangkan keberadaan bus pengangkut tenaga kerja (naker) proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu,yang kerap keluar masuk melintas jalan poros desa setempat. Alasannya, hal itu akan mempercepat kerusakan jalan karena tonase kendaraan tidak sesuai kelas jalan.

“Sayangnya pihak kontraktor pelaksana EPC telah membiarkan bus itu melewati jalan desa dan tidak melarangnya. Karena, jalan poros desa Mojodelik lebarnya hanya sekitar 3,5 meter. Jadi tidak tepat untuk dilalui kendaraan roda empat sepert bus,” kata Kepala Dusun (Kasun) Dawung, Hasim kepada suarabanyuurip.com, Senin (23/2/2015).

Dia menjelaskan, jika dibiarkan terus menerus, maka selain merugikan pihak desa juga dipastikan akan menghambat pengguna jalan lain. Bahkan, juga akan rawan terjadinya kecelakaan. Karena akan menyulitkan pengguna jalan lainnya ketika berpapasan. 

Hasim mencontohkan, seperti kejadian terperosoknya bus pengangkut naker yang diduga milik kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 5 Banyuurip, PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK-Rekind), pada Minggu (22/2/2015) malam kemarin.

Baca Juga :   KPK Sudah Dengar Kasus Korupsi di Bojonegoro

“Selain jalan mudah rusak, juga membahayakan bagi pengendara lain seperti sepeda motor maupun lainnya. Bahkan juga membahayakan keselamatan anak-anak yang sedang bersepahan ontel,  utamanya anak-anak sekolah SD,” kata Hasim, mengungkapkan.

Diharapkan, baik kontraktor pelaksana EPC maupun operator proyek Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) untuk segera memberi peringatan untuk melarang bus pengangkut naker melewati jalan poros desa.

“Solusinya, sebagai penganti adalah memakai mobil Elf untuk mengangkut naker. Hal ini lebih untuk menghidari kerawanan jalan poros desa agar kejadian terperosoknya bus tadi malem tidak terulang kembali atau bahaya lainnya,” saran Hasim.

“Saya mendukung ide pak Kasun Hasim, Mas. Karena, ini jalan desa dan tentu tidak layak dilewati bus. Selain jalan cepat rusak juga bahaya bagi warga terutama anak kecil yang sedang bermain disekitar jalan,” sambung Sucipto yang juga perangkat desa setempat. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *